Sebanyak 12.648 orang diberangkatkan
mudik ke kampung halaman masing-masing oleh Partai Amanat Nasional (PAN).
Begitulah kira-kira bunyi informasi utama artikel yang saya baca di Republika
Online malam ini. Dan lewat tulisan ini, saya ingin mengapresiasi langkah
partai berlambang matahari tersebut dalam ikut serta membantu rakyat menunaikan
salah satu hajat hari raya Idul Fitri nya.
Mudik adalah salah satu ritual yang
tidak bisa dipisahkan dari setiap peringatan Idul Fitri. Setiap tahun jutaan
orang melakukan ruralisasi temporer dari kota besar tanah rantaunya menuju
kampung halaman. Dan setiap tahun pula mudik selalu membawa cerita pilu.
Tidak terhitung banyaknya nyawa yang
hilang di perjalanan mudik akibat kecelakaan lalu lintas. Sebagian besar dari
mereka dapat dipastikan adalah pemudik yang menggunakan motor. Segala himbauan
dan larangan pemerintah pun seperti angin lalu di telinga para pemudik. Alasan utamanya
klasik; ekonomi. Dorongan untuk mudik dengan biaya yang murah mengalahkan
logika keselamatan berkendara jarak jauh.
Pemerintah pun menawarkan berbagai
solusi, salah satunya adalah program mudik gratis yang sering dilakukan oleh
banyak intansi. Implementasi program mudik gratis ini sederhana dan mudah di
duplikasi. Intinya adalah menggratiskan masyarakat yang ingin mudik ke
wilayah-wilayah tertentu menggunakan transportasi massal seperti bus dan kapal
laut. Harapannya jumlah pemudik dengan kendaraan bermotor, terutama roda dua
berkurang sehingga pada akhirnya berimplikasi menguragi kejadian kecelakaan
lalu lintas.
Beberapa tahun belakangan, program mudik
gratis makin popular dan tidak hanya dilakukan oleh intansi pemerintah. Banyak
perusahaan swasta pun mulai melirik program tersebut sebagai salah satu bentuk Corporate Social Responsibility (CSR).
Belakangan banyak partai politik pun melakukan program mudik gratis dan salah
satunya adalah Partai Amanat Nasional yang pada tahun ini telah memasuki tahun
ketiga pelaksanaan program.
"Ini PAN yang ketiga kalinya,
dilakukan setiap tahun untuk membantu transportasi," kata Ketua Umum PAN
Hatta Rajasa saat memberangkatkan pemudik dari kompleks Gelora Bung Karno,
Jakarta, Sabtu 3 Juli 2013. Hadir pula dalam acara itu Ketua Majelis
Pertimbangan Partai (MPP) PAN Amien Rais dan Ketua DPP PAN Azwar Abubakar. Pada
pelaksanaan program yang pertama, yaitu pada tahun 2011, PAN memberangkatkan
sekitar lima ribu pemudik, pada 2012 meningkat menjadi sekitar 10.250 pemudik.
Sementara tahun ini sebanyak 12.548 orang diberangkatkan ke kampung halamannya
melalui program mudik gratis PAN. Dalam kesempatan itu, Hatta Rajasa juga menyampaikan
bahwa kegiatan mudik gratis ini perlu lebih banyak dan rutin dilakukan. Beliau
berpendapat bahwa program mudik gratis dapat membantu banyak masyarakat yang
ingin mudik ke kampung halaman namun terkendala biaya transportasi.
![]() | |||
| Ketua Umum PAN, Hatta Rajasa, melepas keberangkatan pemudik |
(sumber gambar: http://portaltigaimage.com/2013/08/03/mudik-gratis-pan-2013-2/)
Saya membayangkan ketika
partai-partai lain mengikuti langkah bijak yang dilakukan oleh PAN. Ratusan ribu masyarakat pasti akan merasakan
manfaatnya. Ribuan nyawa dapat diselamatkan dari kecelakaan lalu lintas. Partai
politik pun dapat menjadi lebih berfungsi untuk (calon) konstituennya. Apalagi setelah berbagai kasus korupsi melanda partai-partai politik. Program pelayanan masyarakat seperti mudik gartis ini akan terasa lebih menyentuh masyarakat dan dapat (sedikit) memperbaiki citra partai. Program
mudik gratis pun pada akhirnya tidak hanya menjadi Electorat Social Responsibility (ESR), namun dapat menjadi sarana
kampanye yang efektif.
Kalau sudah begitu, masa tidak
mau ikut ambil bagian ?
Sumber asli berita di Republika Online :









0 comments:
Post a Comment