Kakak
Ku Seorang Dokter Gigi:
Orang
Tua Tunggal dan Pengabdi Masyarakat
Dari empat orang kakak yang saya
punya, saya punya dua orang kakak perempuan.
Salah satunya berprofesi sebagai dokter gigi. Kakak saya yang satu ini merupakan “ single
parents “ ( orang tua tunggal ) dari dua orang anaknya yang masih balita. Beliau adalah Ibu Atik.
![]() |
| Dua Buah Hati Ibu Atik |
Sebagai seorang dokter gigi,
sebagian besar hari aktif Ibu Atik ini dihabiskan di rumah sakit dan tempat dia
praktek di rumah. Beliau melakukan ini
karena harus menghidupi sendiri keluarga kecilnya ini. Namun, sesibuk apapun Ibu Atik selalu
memberikan waktu-waktu terbaik yang dibutuhkan untuk kedua buah hatinya. Sebagai contoh, Ibu Atik tidak pernah lupa
untuk mengantar dan menjemput keduanya ke “play group” hari Senin-Jumat.
Satu hari di akhir minggu, Ibu Atik
selalu meluangkan sepanjang hari bersama kedua malaikat kecil nya ini. Entah
pergi berenang, pergi ke pasar kaget terdekat, hingga memancing ikan di
pemancingan. Hal-hal ini tampaknya membuat kedua anak Ibu Atik sedemikian dekat
dan intim pada orang tua tunggal nya ini.
Walaupun sedemikian intim, kedua
anak Ibu Atik termasuk anak-anak mandiri, walau masih seumuran balita. Setiap pagi, dikala Ibu Atik pergi ke rumah
sakit untuk bekerja, mereka tidak malah menangis karena ditinggal ibunya. Malah mereka berdua, dituntun pengasuhnya,
mengantar Ibu Atik sampai naik mobil.
Siang harinya, ketika Ibu Atik pulang dari
rumah sakit, mereka berebutan menyambut Ibu nya pulang. Setelah itu, sebelum memulai praktek dokter
gigi di rumah, Ibu Atik meluangkan waktu untuk memandikan anak-anak, menemani
nonton kartun di televisi, hingga mewarnai gambar dari buku cerita.
![]() |
| Keluarga Kecil |
Ibu Atik ini tidak hanya orang
tua-tunggal yang baik, namun juga sebagai dokter gigi. Dalam pekerjaan nya, Ibu Atik selalu
berusaha memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat tanpa membeda-beda
kan latar belakang sosial ekonomi pasien-pasiennya.
Itulah sepotong kisah tentang, Ibu Atik,
kakak saya orang tua-tunggal yang memainkan perannya dengan baik. Dikala ketidaklengkapan keluarganya, Ibu Atik
masih dapat memberikan yang terbaik
untuk masa depan kedua buah hatinya. Memberikan yang terbaik untuk fisik,pikiran
dan jiwa mereka.










0 comments:
Post a Comment