Monday, July 30, 2012

Kakak Ku Seorang Dokter Gigi. Bagian 1


Kakak Ku Seorang Dokter Gigi:
Orang Tua Tunggal dan Pengabdi Masyarakat

            Dari empat orang kakak yang saya punya, saya punya dua orang kakak perempuan.  Salah satunya berprofesi sebagai dokter gigi.  Kakak saya yang satu ini merupakan “ single parents “ ( orang tua tunggal ) dari dua orang anaknya yang masih balita.  Beliau adalah Ibu Atik.
Dua Buah Hati Ibu Atik
            Sebagai seorang dokter gigi, sebagian besar hari aktif Ibu Atik ini dihabiskan di rumah sakit dan tempat dia praktek di rumah.  Beliau melakukan ini karena harus menghidupi sendiri keluarga kecilnya ini.  Namun, sesibuk apapun Ibu Atik selalu memberikan waktu-waktu terbaik yang dibutuhkan untuk kedua buah hatinya.  Sebagai contoh, Ibu Atik tidak pernah lupa untuk mengantar dan menjemput keduanya ke “play group” hari Senin-Jumat.
            Satu hari di akhir minggu, Ibu Atik selalu meluangkan sepanjang hari bersama kedua malaikat kecil nya ini. Entah pergi berenang, pergi ke pasar kaget terdekat, hingga memancing ikan di pemancingan. Hal-hal ini tampaknya membuat kedua anak Ibu Atik sedemikian dekat dan intim pada orang tua tunggal nya ini.
            Walaupun sedemikian intim, kedua anak Ibu Atik termasuk anak-anak mandiri, walau masih seumuran balita.  Setiap pagi, dikala Ibu Atik pergi ke rumah sakit untuk bekerja, mereka tidak malah menangis karena ditinggal ibunya.  Malah mereka berdua, dituntun pengasuhnya, mengantar Ibu Atik sampai naik mobil.
Siang harinya, ketika Ibu Atik pulang dari rumah sakit, mereka berebutan menyambut Ibu nya pulang.  Setelah itu, sebelum memulai praktek dokter gigi di rumah, Ibu Atik meluangkan waktu untuk memandikan anak-anak, menemani nonton kartun di televisi, hingga mewarnai gambar dari buku cerita.
Keluarga Kecil
            Ibu Atik ini tidak hanya orang tua-tunggal yang baik, namun juga sebagai dokter gigi.   Dalam pekerjaan nya, Ibu Atik selalu berusaha memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat tanpa membeda-beda kan latar belakang sosial ekonomi pasien-pasiennya. 
Itulah sepotong kisah tentang, Ibu Atik, kakak saya orang tua-tunggal yang memainkan perannya dengan baik.  Dikala ketidaklengkapan keluarganya, Ibu Atik masih dapat memberikan  yang terbaik untuk masa depan kedua buah hatinya. Memberikan yang terbaik untuk fisik,pikiran dan jiwa mereka.
  • Stumble This
  • Fav This With Technorati
  • Add To Del.icio.us
  • Digg This
  • Add To Facebook
  • Add To Yahoo

0 comments:

Post a Comment