Monday, July 30, 2012

Hikmah Puasa: Berbagi Buku


Hikmah Puasa: Berbagi Buku.
Sebuah program yang inspiratif

            Hari ini aku mengikuti sebuah kegiatan bersama dengan komunitas nulisbuku cabang Universitas Indonesia. Apa itu nulisbuku ? kurang lebih nulisbuku adalah sebuah komunitas yang bergerak pada pemberdayaan masyarakat umum untuk menulis buku.  Komunitas nulisbuku bermula dari dunia maya.  Ketika animo dan antusiasme masyarakat cukup tinggi akan komunitas ini, maka nulisbuku pun “ membentuk” beberapa cabang nya, salah satunya pada kampus-kampus.  Selain di Universitas Indonesia, terdapat juga nulisbuku cabang Universitas Sriwijaya, Unversitas Pajajaran, Institut Pertanian Bogor, dan masih banyak lagi.  Dalam interaksi sesama anggotanya dan antar cabang nulisbuku, komunitas ini menggunakan media jejaring sosial, terutama twitter. nulisbuku menggunakan akun @nulisbuku Aku sendiri mengetahui komunitas nulisbuku dari twitter.  Lalu sejak 3 minggu lalu, aku tergabung dalam nulisbuku Universitas Indonesia yang memiliki akun twitter @NBC_UI.
Logo nulisbuku
            Kegiatan pertama yang aku ikuti dari @NBC_UI ini diadakan oleh perusahaan Djarum dan komunitas Kaskus.  Acara yang bertajuk “ Hikmah Puasa: Berbagi Buku” ini dilaksanakan di Atrium Fountain lantai 3 Grand Indonesia.  . Aku datang kesana bersama adik kelas ku April. Kenapa acara ini  berjudul “ Berbagi Buku” ? . Di acara ini, aka nada penggalangan buku-buku dari peserta yang hadir untuk disumbangkan.
            Aku berangkat ke Grand Indonesia bersama April naik motor.  Siang itu jalanan Jakarta cukup lengang.  Menurut jadwal, acara akan mulai jam 3 sore.  Kami aga terhambat mencapai lokasi karena Grand Indonesia ternyata tidak memiliki lapangan parkir untuk motor sehingga kami harus memarkir kendaraan di pinggir jalan perkampungan warga terdekat.  Grand Indonesia adalah mal pertama yang aku ketahui tidak menyediakan lapangan parkir untuk motor.
            Kami sampai di tempat acara kurang dari jam 3, walaupun sudah banyak orang yang hadir, sepertinya kami yang pertama kali datang dari Universitas Indonesia karena  hanya kami yang mengenakan pakaian bernada abu-abu. Anggota @NBC_UI yang datang ke acara ini sepakat untuk menggunakan pakaian bernada abu-abu.
Buku Yang Besar...
 Aku terperanjat dengan salah satu dekorasi panggung yang ada di acara ini. Di bagian kanan panggung, terdapat suatu stand berbentuk sebuah buku besar yang terbuka.   Di dalam halaman buku besar tersebut, terdapat banyak buku yang ditempatkan di sela-sela “ halaman buku” .  Sepertinya buku-buku ini adalah beberapa buku hasil sumbangan.
 Sambil menunggu acara dimulai, kami disuguhi pertunjukkan air mancur yang dapat bergerak-gerak mengikuti irama musik yang dimainkan.  Sebagai contoh, saat itu air mancur bergerak-gerak mengikuti irama lagu “ New York-New York “ yang dimainkan  secara digital.  Seru sekali. Para hadirin bertepuk tangan setiap satu lagu dimainkan, padahal mereka hanya sedang menonton air saja.  Selepas tiga lagu, pertunjukkan air mancur pun selesai.  Banyak orang yang hadir kemudian meninggalkan tempat.  Ternyata mereka datang kesini untuk menonton air mancur.  Aku ketahui kemudian bahwa pertunjukkan air mancur ini rutin diadakan oleh Grand Indonesia setiap pukul 3 sore.
Karena waktu sudah menunjukkan saat salat ashar, maka aku dan April melakukan salat dulu di musala di lantai 4. Ngomong-ngomong, walau di bulan puasa seperti ini, tempat makan-tempat makan di Grand Indonesia ini tetap ramai.  Banyak yang sedang tidak berpuasa tampaknya.
Kembalinya dari salat, sudah banyak peserta acara “ Hikmah Puasa: Berbagi Buku” yang hadir. Kami berkenalan dengan beberapa anggota @NBC_UI yang lain, yang ternyata lebih banyak didominasi oleh mahasiswa angkatan baru tahun 2012.  Padahal mulai kuliah pun belum, tapi mereka sudah aktif berkegiatan seperti ini.  Kebanyakan dari mereka berasal dari Fakultas Ilmu Budaya.  Beberapa dari mereka bernama Lidya, Rendy, dan Jennifer.
nulisbuku_Universitas Indonesia
Kami lalu melakukan foto bersama di stand foto yang disediakan panitia.  Dengan menggunakan pendaftaran melalui akun facebook yang kami miliki, kami sudah terdaftar untuk bisa ikut foto secara gratis.  Hasil foto pun langsung masuk ke facebook kami.
Acara dibuka sekitar pukul empat sore oleh pembawa acara Desy Novianti yang aku kenal sering membawakan program olahraga. Dari Desy juga aku jadi tahu bahwa selain @NBC_UI juga ada komunitas KASKUS dan beberapa komunitas sepeda yang hadir diacara ini.  Pantas saja aku liat banyak yang menggunakan seragam untuk bersepeda di tempat ini.
Di layar besar, diatas air mancur pertunjukkan, ditayangkan sekilas gambaran program “ Hikmah Puasa: Berbagi Buku” , walau tidak terdengar suaranya. Disitu aku melihat beberapa figur yang aku kenal.  Ada Raditya Dika, Lola Amaria, Fira Basuki dan Indra Herlambang.  Mereka menuliskan cerpen untuk program “ Hikmah Puasa: Berbagi Buku” .  Cerpen dibagi dalam beberapa bagian, dan setiap bagian akan diterbitkan di website www.hikmahpuasa.com ketika jumlah donasi buku mencapai angka tertentu.  Tidak hanya di Jakarta program  “ Hikmah Puasa: Berbagi Buku ” ini juga diadakan di Bandung, Jogjakarta, Surabaya, Padang, Medan, dan Makassar.
Acara pertama “ Hikmah Puasa: Berbagi Buku” ini adalah talkshow yang menghadirkan salah satu penulis cerpen; Lola Amaria.  Di talkshow itu Lola Amaria berbagi tentang pengalamannya menulis skenario berbagai film, salah satunya “ Minggu Pagi di Victoria’s Park “yang mendapatkan banyak penghargaan.  Lola juga berbagi berbagai kiat menulis yang dia lakukan.
Di program “ Hikmah Puasa: Berbagi Buku”, Lola Amaria membuat cerpen yang dibuat menjadi tiga pulug bagian.  Sekarang akan masuk bagian yang ke sepuluh.  Bagian yang ke sepuluh baru akan dibuka kalau total buku yang sudah disumbangkan mencapai 3500. Sebuah cara yang unik untuk memacu orang menyumbangkan buku-bukunya.  Aku baru tahu hari ini kalau ada penulisan cerpen oleh figur-figur ini dalam program “ Hikmah Puasa: Berbagi Buku”. Aku ingin sekali membaca cerpen mereka berempat sepulangnya dari acara ini.
Pada sesi tanya jawab, Rendy mengemukakan pendapat tentang keinginannya agar makin banyak orang Indonesia yang menulis. Subahagia Rendy ini, begitu nama lengkapnya, ternyata mahasiswa baru yang cukup kritis. Dia mahasiswa Sastra Rusia FIB UI. Selain kuliah di Sastra Rusia, Rendy bahkan mempunyai akun twitter pribadi yang membahas seluk beluk tentang Rusia.

Aku, yang duduk di antara April dan Rendy, bertanya pada Lola Amaria tentang kebiasaan ku yang kalau menulis selalu melonat-loncat. Maksudku, bukan sambil meloncat, namun sering berpindah-pindah tulisan yang dikerjakan. Aku merasa bahwa ini cukup mengganggu, namun jawaban dari Lola Amaria cukup melegakan bahwa kebiasaan ini tidaklah jelek selama setiap tulisan itu selesai dikerjakan.


Simbolis Penyerahan Buku
Di akhir sesi talkshow, setelah kuis berhadiah, dilakukan lah seremonial peletakkan buku sumbangan.  Buku sumbangan itu diletakkan pada dekorasi buku besar di sisi kanan panggung itu.  Dalam seremonial itu, selain Lola Amaria, terdapat perwakilan dari @NBC_UI, KASKUS, Grand Indonesia, ustadz yang nanti akan membawakan tausiyah dan komunitas bersepeda.
Setelah seremonial pemberian buku, acara dilanjutkan dengan hiburan dari vocal farabi. Suatu kelompok acapella yang membawakan lagu-lagu islami.  Satu lagu yang begitu unik dan sering terngiang adalah saat vocal farabi menggubah lagu Budi Doremi menjadi lirik yang berisikan pukian kepada Allah SWT dan ajakan untuk senantiasa berbuat baik.  Kelompok vocal farabi dinamakan demikian atas dasar kekaguman akan salah satu ilmuwan ternama dunia muslim yang menciptakan notasi nada dan not balok yang sekarang kita kenal.  Nama ilmuwan itu adalah Abū Nasir Muhammad bin al-Farakh al-Fārābi.
Setelah kelompok vocal farabi tampil, menjelang maghrib, ustadz membawakan tausiyah. Menurut ku, pembagian waktu acara ini cukup aneh, karena tausiyah diberikan waktu lebih sedikit dibandingkan hiburan nasyid.  Sang ustad pun tampaknya jadi terburu-buru membawakan materi yang sangat menarik.  Materi yang disampaikan beliau adalah tentang keutamaan lisan Rasulullah SAW dan ajakan untuk memelihara perkataan.
Rangkaian acara yang disambut paling antusias sore itu adalah berbuka puasa. Tentu saja.  Setelah adzan maghrib dipastikan, suasana atrium sontak menjadi riuh ramai.  Kolak pisang yang dibagikan per gelas pun dihabiskan dengan cepat oleh para hadirin.  Komunitas KASKUS, nampaknya sudah tidak sabar untuk menyantap hidangan utama.  Aku bersama teman-teman memutuskan solat maghrib terlebih dahulu sebelum makan.
Nulis Buku_Universitas Indonesia
Setelah makan, maka acara pendonasian buku pun dilangsungkan.  Aku pribadi aga menyesal karena hanya membawa satu buku untuk disumbangkan.  Teman ku ada yang membawa sampai empat belas buku.  Untung saja, program “ Hikmah Puasa: Berbagi Buku ” masih berlangsung hingga 23 Agustus sehingga masih terbuka kesempatan untuk menyumbang lebih banyak buku.  Selain itu, dengan melakukan tweet dan memention @hikmahpuasa dengan hashtag #BerbagiBuku, sejumlah tweet yang dilakukan akan dihitung menjadi satu buku yang disumbangkan.
Sebagai contoh, dalam acara  “ Hikmah Puasa: Berbagi Buku ” , aku melakukan tweet  “ Ayo ikut program Djarum Hikmah Puasa: Berbagi Buku. Satu tweet dengan mention @hikmahpuasa dengan hastag #BerbagiBuku kamu sudah berpartisipasi dalam program“
Dari website resmi program (www.hikmahpuasa.com), aku mengetahi bahwa sudah 1758 buku yang disumbangkan sampai hari ini. Semoga program “ Hikmah Puasa: Berbagi Buku ” ini dapat menghasilkan banyak buku yang disumbangkan.  Dan semoga buku-buk tersebut dapat bermanfaat untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Amin.
Acara “ Hikmah Puasa: Berbagi Buku ” sangat inspiratif. Selain menggunakan cara kreatif untuk mengajak orang menyumbang, acara ini bukti kepedulian perusahaan besar seperti Djarum, dan komunitas-komunitas seperti KASKUS dan nulisbuku untuk kebaikan bangsa Indonesia. Semoga acara seperti ini dapat secara rutin diadakan agar memberi kesempatan kepada masyarakat untuk member lebih banyak lagi untuk kemajuan bangsa ini.
Oh iya, di akhir tulisan, aku ingin mengajak kamu untuk ikut mendonasikan buku-buku mu. Cek website www.hikmahpuasa.com untuk mengetahui dimana pelaksanaan program di kota mu. Selain itu, ayo kita perbanyak tweet dengan mention @hikmahpuasa dan hashtag #BerbagiBuku.  Semoga amal kita semua diterima di sisi-Nya dan dilipatgandakan pahalanya. 
Insya Allah buku yang kamu sumbangkan sangat berperan memajukan pendidikan di Indonesia.
  • Stumble This
  • Fav This With Technorati
  • Add To Del.icio.us
  • Digg This
  • Add To Facebook
  • Add To Yahoo

0 comments:

Post a Comment