Hikmah Puasa: Berbagi Buku.
Sebuah program yang inspiratif
Hari
ini aku mengikuti sebuah kegiatan bersama dengan komunitas nulisbuku cabang
Universitas Indonesia. Apa itu nulisbuku ? kurang lebih nulisbuku adalah sebuah
komunitas yang bergerak pada pemberdayaan masyarakat umum untuk menulis
buku. Komunitas nulisbuku bermula dari
dunia maya. Ketika animo dan antusiasme
masyarakat cukup tinggi akan komunitas ini, maka nulisbuku pun “ membentuk”
beberapa cabang nya, salah satunya pada kampus-kampus. Selain di Universitas Indonesia, terdapat
juga nulisbuku cabang Universitas Sriwijaya, Unversitas Pajajaran, Institut
Pertanian Bogor, dan masih banyak lagi.
Dalam interaksi sesama anggotanya dan antar cabang nulisbuku, komunitas
ini menggunakan media jejaring sosial, terutama twitter. nulisbuku menggunakan
akun @nulisbuku Aku sendiri mengetahui komunitas nulisbuku dari twitter. Lalu sejak 3 minggu lalu, aku tergabung dalam
nulisbuku Universitas Indonesia yang memiliki akun twitter @NBC_UI.
![]() |
| Logo nulisbuku |
Kegiatan
pertama yang aku ikuti dari @NBC_UI ini diadakan oleh perusahaan Djarum dan
komunitas Kaskus. Acara yang bertajuk “
Hikmah Puasa: Berbagi Buku” ini dilaksanakan di Atrium Fountain lantai 3 Grand
Indonesia. . Aku datang kesana bersama
adik kelas ku April. Kenapa acara ini
berjudul “ Berbagi Buku” ? . Di acara ini, aka nada penggalangan
buku-buku dari peserta yang hadir untuk disumbangkan.
Aku
berangkat ke Grand Indonesia bersama April naik motor. Siang itu jalanan Jakarta cukup lengang. Menurut jadwal, acara akan mulai jam 3
sore. Kami aga terhambat mencapai lokasi
karena Grand Indonesia ternyata tidak memiliki lapangan parkir untuk motor
sehingga kami harus memarkir kendaraan di pinggir jalan perkampungan warga terdekat. Grand Indonesia adalah mal pertama yang aku
ketahui tidak menyediakan lapangan parkir untuk motor.
Kami
sampai di tempat acara kurang dari jam 3, walaupun sudah banyak orang yang
hadir, sepertinya kami yang pertama kali datang dari Universitas Indonesia
karena hanya kami yang mengenakan
pakaian bernada abu-abu. Anggota @NBC_UI yang datang ke acara ini sepakat untuk
menggunakan pakaian bernada abu-abu.
| Buku Yang Besar... |
Aku terperanjat dengan salah satu dekorasi
panggung yang ada di acara ini. Di bagian kanan panggung, terdapat suatu stand
berbentuk sebuah buku besar yang terbuka.
Di dalam halaman buku besar tersebut, terdapat banyak buku yang
ditempatkan di sela-sela “ halaman buku” .
Sepertinya buku-buku ini adalah beberapa buku hasil sumbangan.
Sambil menunggu acara dimulai, kami disuguhi
pertunjukkan air mancur yang dapat bergerak-gerak mengikuti irama musik yang
dimainkan. Sebagai contoh, saat itu air
mancur bergerak-gerak mengikuti irama lagu “ New York-New York “ yang dimainkan secara digital. Seru sekali. Para hadirin bertepuk tangan
setiap satu lagu dimainkan, padahal mereka hanya sedang menonton air saja. Selepas tiga lagu, pertunjukkan air mancur
pun selesai. Banyak orang yang hadir
kemudian meninggalkan tempat. Ternyata
mereka datang kesini untuk menonton air mancur.
Aku ketahui kemudian bahwa pertunjukkan air mancur ini rutin diadakan
oleh Grand Indonesia setiap pukul 3 sore.
Karena waktu sudah
menunjukkan saat salat ashar, maka aku dan April melakukan salat dulu di musala
di lantai 4. Ngomong-ngomong, walau di bulan puasa seperti ini, tempat
makan-tempat makan di Grand Indonesia ini tetap ramai. Banyak yang sedang tidak berpuasa tampaknya.
Kembalinya dari salat, sudah
banyak peserta acara “ Hikmah Puasa: Berbagi Buku” yang hadir. Kami berkenalan
dengan beberapa anggota @NBC_UI yang lain, yang ternyata lebih banyak
didominasi oleh mahasiswa angkatan baru tahun 2012. Padahal mulai kuliah pun belum, tapi mereka
sudah aktif berkegiatan seperti ini.
Kebanyakan dari mereka berasal dari Fakultas Ilmu Budaya. Beberapa dari mereka bernama Lidya, Rendy,
dan Jennifer.
| nulisbuku_Universitas Indonesia |
Kami lalu melakukan foto
bersama di stand foto yang disediakan panitia.
Dengan menggunakan pendaftaran melalui akun facebook yang kami miliki,
kami sudah terdaftar untuk bisa ikut foto secara gratis. Hasil foto pun langsung masuk ke facebook
kami.
Acara dibuka sekitar pukul
empat sore oleh pembawa acara Desy Novianti yang aku kenal sering membawakan
program olahraga. Dari Desy juga aku jadi tahu bahwa selain @NBC_UI juga ada
komunitas KASKUS dan beberapa komunitas sepeda yang hadir diacara ini. Pantas saja aku liat banyak yang menggunakan
seragam untuk bersepeda di tempat ini.
Di layar besar, diatas air
mancur pertunjukkan, ditayangkan sekilas gambaran program “ Hikmah Puasa:
Berbagi Buku” , walau tidak terdengar suaranya. Disitu aku melihat beberapa figur
yang aku kenal. Ada Raditya Dika, Lola
Amaria, Fira Basuki dan Indra Herlambang.
Mereka menuliskan cerpen untuk program “ Hikmah Puasa: Berbagi Buku”
. Cerpen dibagi dalam beberapa bagian, dan setiap bagian akan diterbitkan di website www.hikmahpuasa.com ketika jumlah donasi buku mencapai angka tertentu. Tidak hanya di Jakarta program “ Hikmah Puasa: Berbagi Buku ”
ini juga diadakan di Bandung, Jogjakarta, Surabaya, Padang, Medan, dan
Makassar.
Acara pertama “ Hikmah
Puasa: Berbagi Buku” ini adalah talkshow yang menghadirkan salah satu penulis
cerpen; Lola Amaria. Di talkshow itu
Lola Amaria berbagi tentang pengalamannya menulis skenario berbagai film, salah
satunya “ Minggu Pagi di Victoria’s Park “yang mendapatkan banyak penghargaan. Lola juga berbagi berbagai kiat menulis yang
dia lakukan.
Di program “ Hikmah Puasa:
Berbagi Buku”, Lola Amaria membuat cerpen yang dibuat menjadi tiga pulug
bagian. Sekarang akan masuk bagian yang
ke sepuluh. Bagian yang ke sepuluh baru
akan dibuka kalau total buku yang sudah disumbangkan mencapai 3500. Sebuah cara
yang unik untuk memacu orang menyumbangkan buku-bukunya. Aku baru tahu hari ini kalau ada penulisan
cerpen oleh figur-figur ini dalam program “ Hikmah Puasa: Berbagi Buku”. Aku
ingin sekali membaca cerpen mereka berempat sepulangnya dari acara ini.
Pada sesi tanya jawab, Rendy
mengemukakan pendapat tentang keinginannya agar makin banyak orang Indonesia
yang menulis. Subahagia Rendy ini, begitu nama lengkapnya, ternyata mahasiswa
baru yang cukup kritis. Dia mahasiswa Sastra Rusia FIB UI. Selain kuliah di
Sastra Rusia, Rendy bahkan mempunyai akun twitter pribadi yang membahas seluk
beluk tentang Rusia.
Aku, yang duduk di antara
April dan Rendy, bertanya pada Lola Amaria tentang kebiasaan ku yang kalau
menulis selalu melonat-loncat. Maksudku, bukan sambil meloncat, namun sering
berpindah-pindah tulisan yang dikerjakan. Aku merasa bahwa ini cukup
mengganggu, namun jawaban dari Lola Amaria cukup melegakan bahwa kebiasaan ini
tidaklah jelek selama setiap tulisan itu selesai dikerjakan.
| Simbolis Penyerahan Buku |
Di akhir sesi talkshow,
setelah kuis berhadiah, dilakukan lah seremonial peletakkan buku
sumbangan. Buku sumbangan itu diletakkan
pada dekorasi buku besar di sisi kanan panggung itu. Dalam seremonial itu, selain Lola Amaria,
terdapat perwakilan dari @NBC_UI, KASKUS, Grand Indonesia, ustadz yang nanti
akan membawakan tausiyah dan komunitas bersepeda.
Setelah seremonial pemberian
buku, acara dilanjutkan dengan hiburan dari vocal farabi. Suatu kelompok
acapella yang membawakan lagu-lagu islami.
Satu lagu yang begitu unik dan sering terngiang adalah saat vocal farabi
menggubah lagu Budi Doremi menjadi lirik yang berisikan pukian kepada Allah SWT
dan ajakan untuk senantiasa berbuat baik.
Kelompok vocal farabi dinamakan demikian atas dasar kekaguman akan salah
satu ilmuwan ternama dunia muslim yang menciptakan notasi nada dan not balok
yang sekarang kita kenal. Nama ilmuwan
itu adalah Abū Nasir Muhammad bin al-Farakh al-Fārābi.
Setelah
kelompok vocal farabi tampil, menjelang maghrib, ustadz membawakan tausiyah. Menurut
ku, pembagian waktu acara ini cukup aneh, karena tausiyah diberikan waktu lebih
sedikit dibandingkan hiburan nasyid.
Sang ustad pun tampaknya jadi terburu-buru membawakan materi yang sangat
menarik. Materi yang disampaikan beliau
adalah tentang keutamaan lisan Rasulullah SAW dan ajakan untuk memelihara
perkataan.
Rangkaian
acara yang disambut paling antusias sore itu adalah berbuka puasa. Tentu saja. Setelah adzan maghrib dipastikan, suasana
atrium sontak menjadi riuh ramai. Kolak
pisang yang dibagikan per gelas pun dihabiskan dengan cepat oleh para
hadirin. Komunitas KASKUS, nampaknya
sudah tidak sabar untuk menyantap hidangan utama. Aku bersama teman-teman memutuskan solat
maghrib terlebih dahulu sebelum makan.
![]() |
| Nulis Buku_Universitas Indonesia |
Setelah
makan, maka acara pendonasian buku pun dilangsungkan. Aku pribadi aga menyesal karena hanya membawa
satu buku untuk disumbangkan. Teman ku
ada yang membawa sampai empat belas buku.
Untung saja, program “ Hikmah Puasa: Berbagi Buku ” masih berlangsung
hingga 23 Agustus sehingga masih terbuka kesempatan untuk menyumbang lebih
banyak buku. Selain itu, dengan
melakukan tweet dan memention @hikmahpuasa dengan hashtag #BerbagiBuku,
sejumlah tweet yang dilakukan akan dihitung menjadi satu buku yang
disumbangkan.
Sebagai
contoh, dalam acara “ Hikmah Puasa:
Berbagi Buku ” , aku melakukan tweet “
Ayo ikut program Djarum Hikmah Puasa: Berbagi Buku. Satu tweet dengan mention
@hikmahpuasa dengan hastag #BerbagiBuku kamu sudah berpartisipasi dalam program“
Dari
website resmi program (www.hikmahpuasa.com),
aku mengetahi bahwa sudah 1758 buku yang disumbangkan sampai hari ini. Semoga
program “ Hikmah Puasa: Berbagi Buku ” ini dapat menghasilkan banyak buku yang
disumbangkan. Dan semoga buku-buk
tersebut dapat bermanfaat untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Amin.
Acara
“ Hikmah Puasa: Berbagi Buku ” sangat inspiratif. Selain menggunakan cara
kreatif untuk mengajak orang menyumbang, acara ini bukti kepedulian perusahaan
besar seperti Djarum, dan komunitas-komunitas seperti KASKUS dan nulisbuku
untuk kebaikan bangsa Indonesia. Semoga acara seperti ini dapat secara rutin
diadakan agar memberi kesempatan kepada masyarakat untuk member lebih banyak
lagi untuk kemajuan bangsa ini.
Oh iya, di akhir tulisan,
aku ingin mengajak kamu untuk ikut mendonasikan buku-buku mu. Cek website www.hikmahpuasa.com untuk mengetahui dimana
pelaksanaan program di kota mu. Selain itu, ayo kita perbanyak tweet dengan
mention @hikmahpuasa dan hashtag #BerbagiBuku.
Semoga amal kita semua diterima di sisi-Nya dan dilipatgandakan
pahalanya.
Insya Allah buku yang kamu
sumbangkan sangat berperan memajukan pendidikan di Indonesia.










0 comments:
Post a Comment