Sunday, March 27, 2011

TIGA ORANG MURID. bagian 3. habis

THEODORE GABRIEL

Aku pun mengambil wudhu untuk kemudian menjalankan solat magrib. Tiga kelas masuk hari ini, sehingga kemungkinan ruangan untuk solat berjamaah tidak akan cukup untuk semua. Kami biasa solat berjamaah, pengajar dan siswa. Seperti apa yang pernah kuceritakan di tulisan lain ku. Tidak banyak lagi profesi yang bisa mendekatkan antar sesama manusia sekaligus dengan Allah nya. Bahkan, aku amati presiden dan para menteri tidak bisa begitu. Guru bimbel adalah salah satunya.
Kami solat di kelas IPA 1 di lantai 2. Tampaknya sudah banyak yang bersiap solat, termasuk Aulia Prasetyo dan Jenny Asla. Di dalam kelas, selain yang solat, ada seorang siswa yang menyendiri di belakang. Begitu kami yang ingin solat masuk, dia menepikan meja-meja supaya ruang kelas menjadi lebih lega untuk solat berjamaah. Memang ruangan ini tidak akan cukup untuk uamt muslim di bimbel solat, jadi ritual ini sering diadakan dua kloter. Setelah merapikan kelas itu, yang memang tanpa diminta, dia keluar kelas, mungkin menuju di bawah. Dia tidak ikut solat, karena dia bukan muslim, dia seorang pemeluk iman Trinitas. Nama siswa itu adalah Theodore Gabriel, kami memanggilnya Theo.

Di saat itu, aku berpapasan dengannya.
“ Hai, Yo…”
“ eh, kak Abas… nanti Biologinya sama kak Abas kan ya…? Katanya.
“ iya, saya solat dulu ya, Yo…, kamu mengantuk begitu Yo…”
“ iya nih kak, lagi sepi kelasnya, kalo giliran saya masuk, malah pada ga dateng, kemarin saya ga masuk, sekelas lengkap kecuali saya…” katanya dengan gaya bicaranya yang khas, seperti professor sepuh sedang menyampaikan kuliah. Terkantuk-kantuk.

Theodore Gabriel adalah salah satu siswa cerdas di bimbel ini. Setidaknya itu aku dapatkan dari pengalaman mengajar kelasnya. Selain itu, nilai try out apapun yang diadakan oleh bimbel ku ini, dia selalu peringkat satu di cabang siliwangi ini.
Dia begitu unik. Di waktu istirahat, di saat semua orang berkumpul, bergurau, bercengkerama, dia biasanya menyendiri, entah dikelasnya atau dimana pun, bahkan di dapur. Yang dia lakukan adalah membaca buku, sambil berkeliling kantor bimbel. Lantai 1, lantai 2, ruang depan, ruang tengah, Theo dapat berkeliaran dimanapun.
Jam masuk resmi bimbel adalah jam 4 sore, namun Theo seringkali datang lebih awal. Pernah saat aku datang ke bimbel lebih awal, sekitar jam 2, dan aku masuk ke ruang XII IPA 1 kelasnya Theo itu, berniat untuk tidur, waktu masuk, ternyata sudah ada yang terlebih dahulu tidur, dia adalah Theo. Waktu aku tanya kenapa datang seawall ini, dia bilang di sekolah sudah tidak enak buat belajar, makanya kesini, karena lelah, dia tidur dulu di ruang kelasnya. Bangun-bangun, dia kemudian berkeliling kantor bimbel sambil membaca buku. Dia selalu begitu.
Aneh ? mungkin dari sudut pandang beberapa orang yang sempit pikirannya. Sering kita anggap orang yang “ sedikit berbeda “ dari kebanyakan orang dengan sebutan aneh. Padahal dirinya yang kita panggil aneh itu tidak merasa begitu. Dia merasa melakukan hal yang sama normalnya dengan kebanyakan orang seharusnya. Buat Theo, apakah aneh meluangkan waktu lebih banyak untuk belajar dibandingkan bersenda gurau yang mungkin tidak terlalu banyak manfaatnya. Hal ini seperti selera musik yang beragam dari banyak orang. Orang yang menyukai musik melayuan, sering kita anggap alay, apakah mereka menganggap dirinya alay ? orang yang suka musik metal, sering dianggap urakan, orang yang suka jazz, dibilang bergaya hidup hedonis, orang suka dangdut dibilang norak, orang suka orchestra, dibilang sok tau, orang suka lagu daerah, dibilang kampungan, macam-macam lagi. Kan itu semua selera dari hati ya? Sama juga dengan memilih wanita atau pria, walaupun kita mungkin punya criteria universal yang sama tentang pria dan wanita idaman, toh nyata-nyatanya, di kehidupan yang nyata ini, siapa yang kita pilih, benar-benar melalui selera hati. Mungkin ditambah mata juga.



Theo pun menuai banyak dari kebiasaan belajarnya yang lebih itu. Aku yakin, fakultas kedokteran Universitas Indonesia, seperti yang Theo begitu idam-idamkan, akan sangat senang menerima orang-orang seperti Theo ini.
Suatu hari aku bicara dengan Theo tentang suatu judul buku.
“ terima kasih ya buku Biologi jilid duanya, akhirnya lengkap tiga jilid, hehe… “ kata ku saat itu.
“ iya, kakak. Itu buat kakak aja biar ngajarnya terbantu” kata Theo.
“ hah? Buat saya? Jangan, itu saja pinjem sampai sesi semester ini selesai aja kok “ waktu itu, aku pinjam buku pelajaran Biologi kelas XI IPA ke Theo. Buku kelas X sudah aku pinjam dari adek kelas ku di biologi, Risya, sedangkan buku kelas XII nya dari teman ku si kembar Tono-Noto. Pinjaman buku dari Theo melengkapi materi pengajaran ku. Kenapa pinjam ? karena buku-buku itu cukup mahal dibeli saat itu. Hehe.
“ iya kak Abas, gapapa. Itu juga saya dikasih kakak kelas saya yang sekarang ngga tau dimana dia. Saya juga sudah punya kok “ katanya sambil mengacungkan sebuah buku yang sama dari dalam tasnya.
“ oh, begitu. Hmm gimana ya, oke deh, terima kasih ya Yo, semoga buku ini bermanfaat karena saya mengajar kalian dengan buku ini juga “
Itu suatu kejadian yang aku ingat dari Theo. Waktu itu dia sampai mencari ku di luar sesi kelasnya hanya untuk memberikan buku itu. Aku terheran-heran dengan Theo. Katanya dia mencari ku setiap hari untuk memberikan buku itu. Setelah memberikan buku itu, dia pergi begitu saja. Berkeliling kantor bimbel lagi, sambil membaca buku.
… … …

Setelah solat, aku bersiap untuk mengajar di kelas. Kelasnya Theo. Saat itu, sama seperti kelasnya si Aul, tidak terlalu banyak yang datang. Kalau tadi di kelasnya Aul ada dua siswa yang masuk, di kelasnya Theo ini ada tiga orang. Ujian sekolah memang sangat menguji keimanan untuk tetap masuk bimbel sore-sore begini.
Selai Theo, ada siswa yang bernama Resty, dan kalau tidak salah Danti yang juga masuk. Sulit memang mengingat sekaligus ratusan orang siswa yang aku ajar belakangan ini. Di SMA 60, di cabang Pasar Minggu, di cabang Nusantara, lalu di cabang Siliwangi ini, entah ada berapa puluh nama lagi yang tidak aku ingat-ingat. Kalau wajah sih aku sudah banyak ingat. Kalau siswa yang “unik” seperti Theo, Jenny, dan Aul, aku lebih mudah ingat mereka.
Kelas pun dimulai. Kami akan membahas soal yang sama dengan kelas IPA 3. Dan, untuk kau ketahui, mengajar di kelas ini, adalah salah satu pengalaman paling menyenangkan ku di bimbel ini.
Setelah beberapa soal dibacakan jawabannya.
“ baik sekarang soal nomor 7, tentang siklus nitrogen, kakak sudah pernah gambarkan skemanya waktu itu, kalian masih ingat kan ? “ tanya ku pada mereka saat berdiri di depan kelas.
Tebak siapa yang menjawab, maksudku menjelaskan panjang lebar ?
“ kak, sebagian besar tumbuhan itu tidak dapat langsung memfiksasi nitrogen, tapi ada beberapa jenis umbuhan yang bersimbiosis dengan mikroorganisme pemfiksasi nitrogen, ada Rhyzobium dengan tumbuhan Legum, ada Anabaena dengan tumbuhan paku, kemudian selalin memfiksasi nitrogen di udara, simbion ini mengubah bentuk nitrogen tersebut menjadi senyawa amoniak, yang sudah di dalam tanah. Proses ini namanya amonifikasi kak, kemudian… bla bla ada Nitrosomonas dan Nitorococcus, mengubah amoniak jadi nitirit bla bla bla bla Nitritasi,kemudian bla bla Nitrobacter mengubah nitrit bla bla jadi nitrat, nitrat adalah bentuk senyawaan nitrogen yang bisa diserap akar sebagian besar tumbuhan, sampai semua skema itu disebut, bla bla nitrifikasi, kemudian bla bla Thiobacillus ferooxidans melakukan denitrifikasi, mengurai nitrat jadi nitrogen di udara lagi, itu melengkapi apa yang kita kenal dengan siklus nitrogen di daur biogeokimia kak” jelas siswa unik itu panjang lebar.

Yep, kamu benar kawan ku, itu adalah Theodore Gabriel, siswa ajaib kita. Memberi penjelasan panjang lebar akan semua hal yang ada di kepalanya, yang menanti sabar untuk keluar dan mengambil eksistensi nyata. Biasanya setelah menjelaskan suatu hal yang sedemikian itu, kami didalam kelas memberi applaus panjang ke Theo, bahkan sampai terkekeh-kekeh. Theo, yang mendapat penghargaan seperti itu, biasanya hanya tersipu-sipu, sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Seru sekali.
“ baik itu benar, Theo, kalian berdua paham kan, Res, Dan ?” tanya ku pada dua siswa yang lain.
“ iya kakak, hehe…” kata mereka bersamaan terkikik geli ke arah Theo.
Masuk ke soal global warming, Theo menjelaskan dengan panjang lebar soal efek rumah kaca, penipisan ozon, beda UV A dan UV B, sinar infra merah untuk fotosintesis, sampai dampak perubahan iklim terhadap persebaran penyakit.
Masuk ke bagian perpindahan zat, sekali lagi Theo jelaskan bagaimana membedakan osmosis, difusi, dan imbibisi. Bahwa imbibisi hanya terjadi di kecambah, bahwa osmosis adalah perpindahan air ke konsentarsi rendah ke konsentrasi tinggi. Bahwa di fusi yang pindah adalah zat terlarutnya.
Sesekali teman-teman nya tidak mau kalah kalau Theo mendominasi kelas, mereka lalu mengambil alih kemudi, keroyokan melawan Theo. Theo yang diperlakukan seperti itu, cuma tersenyum-senyum karena terus digurau teman-temannya. Seru sekali kelas IPA I ini. Hari ini cuma bertiga, kalau mereka lengkap, kelas ini begitu gaduh, riuh rendah mengalahkan kelas IPS nya Jenny disebelah yang memang terkenal ribut.
Walau seringkali tidak semua soal terbahas dalam satu sesi, belajar seperti ini begitu menyenangkan. Menyenangkan melihat bagaimana para siswa berinteraksi, saling mengutarakan pendapat. Bagaimana mereka saling belajar mengoreksi, namun tidak kehilangan kesantunan, karena mereka melakukannya antar teman. Lucu bagaimana mereka saling menggurau temannya dengan menggoda kesalahan yang dibuat. Aku akan bangga saat suatu hari nanti aku tahu dan melihat mereka menjadi sesuatu di dunia ini, dengan pilihan yang mereka ambil, bahwa aku pernah melalui hari-hari seperti ini dengan mereka sebagai seorang pengajar.
Akhirnya, walau dengan semangat yang masih tinggi untuk belajar, kelas harus diakhiri. Biasanya mereka merajuk untuk menambah waktu belajar sebentar lagi. Kenyataannya sih tidak belajar, mereka minta aku menceritakan sesuatu. Terutama Theo, yang minta aku menceeritakan sesuatu, yang biasanya teramat rumit untuk anak seusia mereka. Permintaan Theo ini tentu saja di kontra teman-temannya.
… … …

Hari ini melalui Aul, Jenny, dan Theo, tiga orang murid ku yang unik, aku mempelajari banyak hal. Yang satu adalah seorang siswa yang punya kehidupan penjelajah alam, yang satu adalah seorang siswa yang mengembangkan bakatnya hingga sekarang menuai hasilnya, yang satu lagi adalah seorang siswa yang meluangkan waktu untuk lebih banyak belajar dibandingkan siswa yang lain.
Melihat mereka, dengan dibekali waktu yang sama, aku tahu setiap orang bisa menjadi apapun yang dimauinya. Semua orang, tua muda, sakit maupun sehat, kaya miskin, merasa biasa ataupun hebat, semua orang punya waktu hanya 24 jam. Tidak lebih dan tidak kurang. Waktu 24 jam itu yang dapat mengubah yang sakit jadi sehat, yang bodoh jadi pintar, yang merasa biasa menjadi hebat.
Aku belajar dari mereka, bagaimana memanfaatkan waktu yang Tuhan beri untuk berbuat sebaik-baiknya. Hal yang selama ini belum aku lakukan. Aku tahu sedikit telat untuk menyadari hal ini, dibalik fakta usia ku sekarang. Tapi aku tidak ingin merasa terlambat, karena kalau terus melambat-lambat kan untuk memulai, aku tidak akan pernah sampai.
Aku belajar dari mereka, bagaimana menjadi diri sendiri, namun tidak sebatas diri sendiri. Diri sendiri yang terbaik. Terbaik dalam pilihan hidup yang kita ambil. Aku belajar dari mereka untuk jujur dengan diri, tidak melebih-lebihkan hidup, dengan menjadi orang lain, cukup menjadi diri sendiri saja, maka kau akan merasa cukup dengan kehidupan yang kau punya.
Setiap orang tentu tidak akan bisa menjadi semua hal dari sesuatu yang dimiliki dalam dirinya. Tapi setidaknya, aku ingin memilih tiga saja dalam diri yang aku punya sekarang. Aku ingin hidup ku bermanfaat untuk orang lain, untuk dunia tempat aku hidup berpijak. Aku ingin jadi besar dari menulis, aku ingin jadi besar dari bermain musik, dan aku ingin mengajar untuk membesarkan orang lain. Amin, Ya Allah, aku percaya Kau di Arsy sana sedang mendengar doa-doa kami dan mengabulkannya.
Tamat

Kawan ku, terima kasih untuk berbagi dengan ku perhatian mu membaca tulisan-tulisan ini. Semoga bermanfaat untuk mu, semoga selamat senantiasa atas mu kawan. =).
Visit my blog in masabas.no1, karena hidup yang nomor 1 adalah hidup yang bermanfaat =) hehe.
  • Stumble This
  • Fav This With Technorati
  • Add To Del.icio.us
  • Digg This
  • Add To Facebook
  • Add To Yahoo

1 comments:

Unknown said...

lagi2 sangat menginspirasi!! gile tengah malem gini kerjaan gue bacain postingan di blog lo.. keren keren.. keep writing sob!! :D

Post a Comment