Malam minggu 22 Januari 2011
Catatan Merah Jambu
Bagian 1
Seorang murid ku di bimbel berkata seperti ini kemarin:
”Kak, udah punya pacar kan kak?” begitu katanya. Murid ku itu namanya Ipul, dari SMA Negeri 60. Dia anak IPS, tapi dalam komunitas bimbel kami semua saling berbaur saat istirahat.
“Iya, saya sudah punya pacar, kenapa Pul? Nah kamu sendiri gimana?” kataku.
“Saya belum punya kak, hehe. kakak pacaran paling lama berapa tahun kak?” kata Ipul lagi. Belum aku tahu arah pembicaraan ini.
“Ah kamu Pul. Saya paling lama itu tiga setengah tahun, waktu SMA. Emang kenapa Pul, kamu mau privat sama saya? Saya pengajar Biologi, bukan pengajar cinta. Kalau kamu mau belajar teknik-teknik reproduksi, saya bisa ajarin. Hehe” Terang ku saat itu berkelakar.
“hahaha, parah lo kak. Ga papa. Saya penasaran aja. Kakak sependapat ga sama saya, percaya ga kalo cowo yang tampangnya pas-pasan kaya saya ini, orang nya tuh setia dang a ngebosenin. Kalo sama cowo yang ganteng apalagi wajahnya manis, selain bisa aja dia gay, bisa juga dia playboy, dan ngebosenin deh pasti” jelas Ipul panjang lebar. Entah teori dari buku mana itu. Aku belum pernah dengar.
“bener tuh kak Abas, bener!” cetus kak Nia, manajer keuangan di bimbel ku. Kami di bimbel biasa bertegur sapa dengan tambahan panggilan “Kak” di depan nama kami.
“ah kak Nia sok tau nih. Hehe. saya juga kurang tahu Pul, terus karena itu, kamu bingung kenapa belum punya pacar, begitu ya?, mungkin tidak semua wanita melihat hal itu seperti kamu Pul, setia itu kan cuma satu sifat baik”
Obrolan itu berlanjut ke hal-hal lain seputar pergaulan di dimbel kami. Hingga jam mengajar ku datang. Ucapan ku pada Ipul, membawa ku ke sebuah catatan dalam hidup ku yang telah lalu…
Ingatlah kawan, setia itu cuma satu sifat baik.
……………………………………………………………………………………………..
Empat setengah tahun yang lalu…
Kapan kah empat setengah tahun yang lalu itu?
Aku bersekolah menengah tingkat atas di SMA Negeri 55. Tahukah kau kaan dimana itu? Memang bukan sekolah yang terkenal. Letaknya di jalan Minyak Raya jika kau datang dari arah Warung Buncit, dan terletak tidak jauh dari gang Potlot kalau kau datang dari arah Pasar Minggu. Tahukan kalian Potlot? Itu lho, basecamp-nya grup Slank. Sudahlah. Tidak terlalu penting.
Dahulu sekolah kami bernama SMA Negeri 8 filial sebelum akhirnya memerdekakan diri dari SMA Negeri 8. Alasannya para orang tua murid sudah bosan anaknya sekolah di Bukit Duri sana sering banjir dan libur panjang. Alangkah senangnya. Akhirnya dibangunlah gedung kedua di sini. Murid pun berpindah temasuk beberapa guru pelopornya.
Masa-masa di SMA memang merupakan masa-masa yang paling berkesan, setidak nya untuk sebagian besar orang. Apakah yang paling kau ingat dari masa-masa SMA mu? Prestasi mu yang membanggakan kah? Pengalaman membolos mu kah? Guru-guru menyebalkan mu? Berapa kali kau di setrap atau diusir keluar kelas?
Mengamati adik kelas berolah raga di lapangan? Apa yang kau amati saat mereka berlari? Lagipula, kenapa seragam sekolah harus berwarna putih?
Pengalaman ekskul mu kah? Apa yang kau ikuti, paduan suara, band atau karate? Pacar (atau pacar-pacar mu kah) ? aku tidak bisa menjawab pertanyaan itu buat mu kawan, simpan lah kenangan itu di benak mu dalam dalam =).
Sewaktu sekolah di SMA N 55, aku pun menyimpan catatan-catatan kenangan seperti itu. Termasuk catatan merah jambunya. Seandainya bisa diulang kawan… tidak tidak! Untuk beberapa alasan, aku tidak mau saat-saat itu diulang.
Di SMA aku tidak termasuk seorang figur atau eksis di sekolah. Akademis ku biasa-biasa saja. Aku tidak bisa main bola atau basket yang bisa buat kita famous di sekolah. Aku tidak main film atau sinetron atau jadi model seperti beberapa teman ku saat itu. Pergaulan ku adalah bersama teman-teman gila games, internetan, menginap akhir minggu, banyak berhutang, sering bolos pelajaran tambahan, tidak tampan, dan mengerjakan tugas serabutan, apa adanya. Sungguh tidak keren.
Aku sering diusir keluar kelas saat pelajaran fisika, pegang rekor aku saat itu. Enam kali pengusiran, sungguh tega guru fisika kelas tiga ku. Aku lupa penyebabnya. Mungkin bapak guru itu ingat. Tahukah bahwa Di UMB, fisika ku nilainya nol?.
Aku ikut eksul paduan suara, band, dan karate saat di SMA. Paduan suara dan band aku ikut karena Alhamdulillah, Tuhan beri aku bakat bermanin gitar. Setidaknya aku tidak dilupakan di SMA ini. Karate aku ikuti karena aku ikut-ikutan, parahnya aku ikut-ikutan karate dari sejak SMP!.
Di paduan suara dan band itulah, aku tulis semua catatan merah jambu ku di SMA…
Sudah tahukan kalian bagaimana kualitas ku di SMA ? aku tidak mungkin bersaing untuk urusan cinta dengan orang lain. Akan bawa apa aku saat bilang cinta nanti? Tapi ternyata Tuhan berkata lain. Untuk suatu alasan di dunia yang Dia masih rahasiakan, aku diberikan rahmat-Nya bisa pacaran dua kali selama SMA. Dua kali kawan ku! Betapa beruntungnya aku. Sungguh, pacar mu itu juga suatu bentuk rahmat (dan ujian) dari Tuhan.
Adalah seseorang bernama Maysheilla Chandra Sari Putri yang telah memenuhi catatan merah jambuku selama tiga setengah tahun itu. Aku bertemunya secara luar biasa tidak sengaja dan kebetulan di paduan suara. Sebuah kebetulan yang sungguh telah ikut membangun hidup ku sampai hari ini.
… … … … …
Aku salah satu pengisi musik di paduan suara. Tidak banyak yang mau mengisi posisi ini. Bakal dikira banci atau punya kelainan. Apa sebab? Karena sebagian besar anak paduan suara itu perempuan. Buat banyak orang yang merupakan seorang tulen pencinta wanita, mungkin posisi ku ini paling diincar. Tapi, aku walau 3 tahun di SMA mengisi posisi ini, pacar pertama ku malah saat aku ikut karate. Tapi tulisan ini bukan bagian buat dia. Maafin aku ya Ana? Hehe
Aku mengisi musik bareng teman-teman lain. Lebih banyak adik kelas. Namun, satu orang yang setia bermain bersama ku selama 3 tahun adalah teman baikku Arum Kinasih. Aku main gitar. Arum main piano. Dia seorang katolik yang taat. Dia mengiringi koor di gerejanya juga. Sampai kami berdua kelas tiga, tidak ada yang menggantikan kami, tidak mau tepatnya. Rindu aku dengan Arum.Dimana dia sekarang? Ku dengar dia mengambil studi S1 bahasa Indonesia di Universitas Tarumanegara.
Selain itu juga teman ku Fitri Kurnia Ishardani yang biasanya berperan sebagai dirigen, sekaligus ketua ekskul kesenian kami. Dia akan sarjana psikologi UI semester ini. Siapa ketua paduan suaranya? Aku juga lupa kawan. Di SMA ku, ekskul kesenian itu terdiri dari ekskul paduan suara, teater, band, dan dance. Masing-masing ada ketuanya. Jadi bisa dibilang Fitri ini bos kami semua. Aku menjabat ketua ekskul Band waktu aku kelas 2 SMA. Kombinasi antara band dan paduan suara, ternyata mempertemukan aku secara unik dengan Cla (baca: Sela, aku panggil Maysheilla begitu).
Sewaktu wisudaan kakak kelas ku, saat itu aku kelas 2, seperti biasa ada audisi untuk band pengisi. Salah satu yang aku banggakan dari SMA ku ini adalah bakat bermusik (dan berkesenian) yang dimiliki sebagian besar siswanya. Sungguh, sebagian besar di SMA ku itu, berarti sekitar 80% siswa kami. Tidak sulit kami mencari pengisi acara-acara sekolah yang berkualitas. Sehingga persaingan mendapatkan kehormatan itu begitu menantang.
Kelas 2 itu, band ku ikut audisi. Namun belum punya vokalis sampai hari H audisi! Lucu sekali.berhari-hari kami berlatih tanpa ada suara vokalis. Karena tidak mungkin ikut audisi tanpa vokalis, 2 jam sebelum audisi, aku keluar dari studio saat kami latihan hari itu, untuk ke sekolah.
“Bas, gimana nih? Sampe sekarang kita belum punya vokalis… masa iya kita yang nyanyi, lo tau kan gimana suara kita? Kata Dimas teman ku saat itu. Dimas ini pemain bas di band ku. Oiya, nama band ku Lentera. Aku tidak tahu sudah ada atau tidak sebelumnya band bernama Lentera. Tapi aku suka namanya.
“Makanya tunggu bentar yak, lo pada ke tempat audisi dah sana, gue mau ke sekolah dulu, nanti gue bawa vokalis buat band kita” begitu tanggap ku.
………. bersambung








1 comments:
wei kak abas ada disini, kok judul blognya masabas sih, ganti donk kakabas hehe
btw sy baca ini kok curhatannya kayak cewek yang curhat ya :)
Post a Comment