Tuesday, January 14, 2014

Resolusi Kecil

                Ini suatu tulisan yang aga telat sesungguhnya. Tapi ide untuk menulis ini terus bersliweran di kepala saya semenjak malam tahun baru. Disiplin menulis (dan disiplin-disiplin lainnya) memang masih menjadi pekerjaan rumah yang berat buat saya.

                Oh iya, malam tahun baru saya dihabiskan di rumah sakit. Bukan untuk dirawat atas suatu penyakit, tapi saya meluangkan waktu untuk menemani gadis yang tersayang di rumah sakit. Ah, ia akhirnya tumbang juga setelah berhari-hari pergi-pulang kampus-rumah.

                Malam itu, saya merenung, tentang beberapa hal, salah satunya soal resolusi.

                Resolusi biasa kita buat menjelang masuk tahun yang baru. Ketika itu pun saya terpikir untuk melakukan hal yang sama. Di salah satu detik saya akan menyusun resolusi, saya lalu berpikir. Bukan kah resolusi sering kali justru membebani ?

                Resolusi yang kita susun memang kebanyakan hanya membebani. Iya ga sih ?

                Resolusi untuk kurus misalnya, akan membuat stress karena kita tidak menyukai meluangkan waktu untuk menjalani proses nya, seperti lari pagi, atau mengurangi makanan berlemak. Hari pertama dan kedua kita masih bisa melakukannya. Hari ketiga kita sudah menyerah.

                Resolusi yang kita susun untuk tahun baru tersebut kebanyakan hanya berjalan tiga hari.

                Resolusi untuk tembus jurusan favorit di perguruan tinggi negeri lain lagi ceritanya. Target yang kita tetapkan pasti tinggi. Tapi prosesnya ? Kita seharusnya meluangkan waktu untuk belajar lebih lama, latihan soal lebih banyak, dan mengurangi waktu bermain dan utak-atik gadget. Alih-alih menjalani proses, kita sudah kembali ke rutinitas lama yang mungkin tidak sedikit pun mendekatkan kita pada tujuan yang kita tetapkan.

                Mungkin kah proses-proses seperti itu tidak kita bayangkan waktu kita menyusun resolusi tahun yang baru ?

                Hal tersebut mengganggu saya malam itu. Saya yakin saya pun mengalami saat-saat itu, ketika resolusi kita hanya menjadi sebuah angan-angan.

                Di antara kilatan kembang api di langit malam, saya merenung dalam.

                Saya ingin terjadi perubahan besar di hidup saya. Saya semakin tua, belum tentu makin dewasa. Saya bersyukur dengan segala hal yang sudah terjadi di hidup saya pada tahun 2013 lalu. Tapi saya merasa belum cukup. Mungkin sedikit narsis, saya merasa bahwa saya bisa meraih lebih banyak hal dengan sedikit tambahan disiplin.

                Entah berapa tahun saya menyusun resolusi untuk menerbitkan buku tulisan saya. Entah itu berupa novel. Tapi bertahun-tahun hal tersebut tidak terwujud. Alih-alih novel, saya hanya bisa menerbitkan tulisan di media elektronik. Sama seperti orang lain, saya merasa berat sekali menjalani proses, mencintai proses yang harus dilalui.

                Lalu saya berpikir, apakah ini tidak karena resolusi yang besar cenderung membebani psikologis kita sehingga tubuh pun merasa berat mejnjalani nya ?

                Kalau begitu, kenapa tidak memulai dengan resolusi kecil saja ?

                Saya tahu menulis sebuah novel memberatkan untuk saya yang sebagai sanguinis cenderung cepat bosan. Menulis novel perlu konsistensi dan persistensi yang berkesinambungan. Saya sadar bahwa kemampuan disiplin saya belum bisa menerima kedua hal tersebut. Karena itu, kenapa tidak memulai dari hal yang lebih kecil dulu ? Antologi cerpen misalnya.

                Antologi cerpen terdengar lebih sederhana untuk diri saya. Dan saya merasakan bahwa pikiran saya dengan senang hati menyerap ide tersebut. Antologi cerpen yang saya susun bisa berisi 12-15 cerpen. Hal tersebut jauh lebih tidak sulit dilakukan dalam jangka waktu satu tahun bukan ?

                Lewat ide “ Resolusi Kecil “ itu, pikiran saya ternyata terpacu untuk memikirkan cara-cara saya bisa mencapai target. Ide tentang menulis 15 menit sehari, 1 cerita pendek setiap minggu, menulis blog, membaca buku-buku kemudian terlintas. Itu begitu menyenangkan ! Menulis 15 menit sehari tidak mungkin tidak bisa saya lakukan !

                Kemudian saya coba menyusun Resolusi Kecil saya yang lain untuk tahun 2014.

                Saya berencana untuk khatam Al-Qur’an untuk tahun 2014 ini. Satu kali saja khatam Al-Qur’an. Itu menjadi tidak terlalu sulit. Pikiran saya pun menyusun rencana untuk rutin membaca Al-Qur’an dua lembar per halaman secara rutin setelah solat isya dan solat dhuha.

                Oh iya, dan soal solat dhuha itu, awalnya saya memaksakan diri untuk bisa sola dhuha 12 rakaat setiap hari. Tapi ternyata saya sering terlupa. Solat dhuha 12 rakaat setiap hari ternyata “memberatkan” saya.

                Dengan konsep Resolusi Kecil, agenda rutin solat dhuha saya sesuaikan menjadi 4 rakaat untuk tahun ini. Empat rakaat untuk dilakukan setiap hari menjadi ringan. Perlahan tinggal meningkatkannya menjadi 8 rakaat lalu 12 rakaat. Saya tinggal menambah rakaat solat dhuha ketika waktu saya lebih luang. Misalnya pada saat hari libur.

                Banyak hal kemudian saya rencanakan di Resolusi Kecil saya untuk tahun 2014. Mulai dari olahraga pagi setiap Senin, Rabu, dan Sabtu ( itu karena hari libur saya bekerja ), membaca 50 buku pada tahun 2014 dengan rutinitas setidaknya 30 menit membaca buku setiap hari, dan memulai usaha ber- cashflow harian untuk perlahan mendapatkan penghasilan 10 juta per bulan.

                Resolusi Kecil menjadi lebih menyenangkan !

                Tapi apakah semua resolusi saya kemudian menjadi “ kecil-kecil ? “

                Tidak begitu juga, Resolusi Kecil bukanlah soal resolusi yang “ kecil “ . Menurut saya , konsep Resolusi Kecil lebih kepada menyesuaikan pencapaian target sesuai dengan disiplin dalam proses-proses yang bisa kita lakukan secara rutin. Nantinya saya yakin Resolusi Kecil setiap orang akan berkembang semakin besar karena kita makin terbiasa menjalani proses-proses yang diperlukan.

                Di antara Resolusi Kecil yang saya susun untuk tahun 2014, ada juga resolusi yang mungkin aga lebih besar.

                Resolusi itu adalah menikah,

                Ya, di tahun 2014 ini Insha Allah saya akan menikah, Dan tentu saja menikah bukan hal yang kecil. Hehe. Mohon doanya ya.
               
  • Stumble This
  • Fav This With Technorati
  • Add To Del.icio.us
  • Digg This
  • Add To Facebook
  • Add To Yahoo