Sunday, January 27, 2013

Nissin Wafer Diantara Aku, Teman, dan Keluarga


( tulisan dilombakan pada )

Kisah Seru Keluarga Nissin Wafers
           

         

            Kalau diingat-ingat ternyata Nissin Wafer sudah menjadi bagian dari kehidupan saya dan keluarga. Saya adalah seorang mahasiswa tingkat akhir. Saya juga merupakan anak ke 5 dari 6 bersaudara.
Nissin Wafer adalah kudapan favorit saya dikala mengerjakan tugas kuliah atau skripsi.
Seringkali saya harus bergadang hingga dini hari.  Nissin Wafer dan segelas kopi mocca membantu saya untuk terjaga melewati malam. Ah, iya, mencelupkan Nissin Wafer ke kopi mocca adalah cara favorit saya menikmati  Nissin Wafer. Resapan rasa kopi mocca ke renyah Nissin Wafer rasa coklat yang lalu menjadi aga basah membuat berlembar tugas maupun halaman skripsi makin lebih menyenangkan untuk dikerjakan.    
Nissin Wafer menjadi teman terbaik saya saat menghabiskan waktu dengan membaca buku.
Ah, ya, banyak waktu luang saya dihabiskan membaca buku, mulai buku-buku kuliah hingga novel-novel.  Saya tidak mendeskripsikan diri sebagai seorang kutu buku, tapi saya suka sekali membaca buku. Duduk di kursi favorit di kamar, dengan Nissin Wafer dan seglas kopi di samping kanan.  Kombinasi buku bagus dan Nissin Wafer akan membuat waktu saya kedepan berjalan tanpa terasa.
            Nissin Wafer adalah penghilang rasa bosa saat menunggu.
Ah, ya, menunggu itu tidak enak. Banyak sekali orang tidak juga mengerti bahwa konstanta waktu bukan hanya miliknya seorang. Menikmati Nissin Wafer sambil membuat catatan-catatan di buku kecil, atau membaca buku, membuat kegundahan menunggu sejenak dilupakan. Yang ditunggu biasanya baru akan datang setengah jam kedepan.
Nissin Wafer adalah pemeriah yang sempurna saat bersama teman-teman menonton tayangan sepakbola.
Goool ! . Timnas Indonesia mencetak gol lagi ke gawang Malaysia. Irfan Bachdim pencetaknya. Waktu itu pertandingan di babak grup piala AFC yang disiarkan di salah satu televisi swasta. Saya dan teman-teman adalah suporter sejati timnas Indonesia.  Tidak jarang kami menonton langsung timnas di Gelora Bung Karno. Namun, kami juga sering menonton bersama di rumah seorang teman-teman, ditemani kacang kulit, soda dan Nissin Wafer berbungkus-bungkus. Sungguh sayang kebersamaan kami tidak bisa membantu timnas memenangkan Piala AFC yang sudah begitu didambakan. Timnas kalah dari negeri jiran yang membalas di partai puncak.
Nissin Wafer adalah bagian keluarga kami saat menghabiskan waktu liburan bersama.
Karena merupakan kejadian langka, berlibur bersama keluarga adalah saat yang ditunggu-tunggu.  Biasanya kami berlibur bersama ke kebun binatang kota, beberapa kali juga ke pantai.  Tidak rumit liburan kami, hanya pergi ke tempat itu, sambil membawa karpet dan bekal makanan.  Setelah makan bersama, kami akan bertukar cerita, diselingi canda dan suara renyah Nissin Wafer yang dikunyah. “ Bagaimana kuliah mu ? Apakah kamu sudah nyaman dengan pekerjaan mu ? Rumah mu sudah selesai direnovasi ? Anak mu jadi kan dikhitan bulan ini ? “ adalah pertanyaan-pertanyaan yang kemudian saling dilontarkan sesama kami. Ah, waktu-waktu yang sangat berkualitas.
            Nissin Wafer adalah sajian yang begitu disukai para tamu saat berkunjung. Kami biasa menyediakan Nissin Wafer di meja ruang tamu sebagai kudapan untuk yang berkunjung apalagi saat hari raya. Kami memindahkan isi dari bungkus Nissin Wafer kedalam toples.  Di temani secangkir teh manis hangat, diselingi tanya kabar dan gurauan, perjamuan tamu menjadi lebih akrab dan berkesan dengan Nissin Wafer.
            Nissin Wafer kesukaan saya dan keluarga adalah yang rasa coklat.
Nissin Wafer favorit saya dan keluarga adaah yang rasa cokelat, walau belakangan, para keponakan juga menyukai yang rasa stroberi, saling berebutan walau sebebarnya ada cukup untuk semua, khas anak kecil. Sekarang sudah ada lebih banyak varian rasa dari Nissin Wafer; coffee mocca, milk, peanut, raisin, melon, coconut, banana, dan lemon. Ah, seperti nya kami juga harus mencobanya.
            Tanpa Nissin Wafer, mungkin momen-momen itu tidak berjalan dengan semestinya. Tugas aka dikerjakan dengan penuh kepenatan, menonton siaran bola akan jadi tidak seru, kumpul keluarga pun mungkin menjadi pertemuan penuh canggung.  Ah, sudah sepatutnya saya mengucapkan terimakasih.. Nissin Wafer, terimakasih, terimakasih telah hadir dan mengi sela-sela hidup kami selama ini.
  • Stumble This
  • Fav This With Technorati
  • Add To Del.icio.us
  • Digg This
  • Add To Facebook
  • Add To Yahoo

0 comments:

Post a Comment