Ini berarti beberapa spesies eksotik khas Kalimantan seperti Orangutan, Beruang, Anggrek hitam dan Burung Enggang akan punah.
Enggang, apakah Anda tahu tentang burung istimewa yang dianggap sakral oleh suku Dayak?
Enggang atau Rangkong adalah jenis burung yang berhabitat di
pohon-pohon tinggi menjulang yang tumbuh di hutan alam. Ciri khas dari
burung yang sangat setia pada pasangan hidupnya ini adalah paruh besar
nan kuat seperti tanduk, dan tubuhnya yang berwarna hitam putih
mengkilap. Karena burung ini hanya dapat ditemui di hutan Kalimantan,
tak heran jika Enggang dikategorikan sebagai hewan langka terancam punah
oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN) maupun oleh
pemerintah Indonesia . Nasib yang sama seperti Harimau di Sumatera bukan? Apakah kepak sayap Enggang akan menghilang dari langit Kalimantan? Kita masih memiliki harapan selama pemerintah menjalankan dengan tegas moratorium yang telah dikeluarkan lewat Perpres No. 3 Tahun 2012. Implementasi moratorium berbasis capaian yang juga mencakup peninjauan kembali izin-izin yang sudah diberikan.
Greenpeace bersama Walhi, Aman dan relawan lainnya bertekad mewujudkan hal tersebut. Berkat dukungan Anda, kami telah memulai Tur Kepak Sayap Enggang, pada 14 September 2012. Diawali di Pulau Salak, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, lima motor bercorak harimau dan tiga motor bercorak enggang, mengepak dan mengaum siap membelah bumi Kalimantan untuk menjadi saksi langsung keterancaman hutan kalimantan.
Ini adalah misi penting untuk mengekspos deforestrasi di wilayah Kalimantan. Tanpa dukungan Anda, kami tidak akan mampu untuk melakukannya dan berusaha mewujudkan tujuan kita bersama, melindungi hutan Indonesia demi generasi mendatang.
Semakin banyak dukungan yang kami peroleh, semakin berarti apa yang bisa kami lakukan. Dan jika Anda ingin melindungi masa depan hutan hujan Indonesia silahkan
Kami akan terus memberikan kabar terbaru mengenai tur gabungan Enggang dan Harimau ini.
Salam Hijau Nan Damai
Zulfahmi
Juru kampanye Hutan
Greenpeace Asia Tenggara








0 comments:
Post a Comment