Bagaimanakah menjadi seorang sanguinis itu ?
Bangun tidur, kau terlupa bahwa tugas untuk hari ini
belum selesai, semalam kau menunda mengerjakan karena ada pertandingan bola
pukul sembilan. Selesai pertandingan kau
pun ketiduran.
Kau pun segera menyalakan komputer, masih ada waktu tiga
jam sebelum jam kuliah pertama. Biarhlah telat sedikit hari ini, begitu
katamu. Toh, kau juga sudah sering telat.
Hari ini ternyata kau bangun cukup siang, sudah hampir
jam lima dan kau pun belum sahur. Tunda tugasnya, lebih baik kau makan sahur
dulu Begitu pikirmu. Maka kau pun berusaha makan dan minum di sisa waktu
yang ada.
Kau lupa, bahwa piring dan gelas-gelas belum dicuci,
tidak sempat untuk mencuci mereka. Jadi bagaimana cara nya kau akan makan ?
Lebih parah lagi, semalam kau lupa pergi ke warteg karena
itu tadi, menonton bola. Jadilah kau
makan mie seduh dan gorengan sisa berbuka.
Untung kau masih bisa minum teh manis walaupun dari gelas yang belum
tercuci benar..
Azan subuh berkumandang, kau harus segera selesai minum
dan makan. Kau ingin ke kamar mandi
untuk mengambil wudhu, sambil sekalian mencuci piring dan gelas.
Di tengah perjalanan ke kamar mandi, kau tidak sengaja
menginjak ekor kucing yang semalam tidur di kamar mu. Bagaimana kucing itu bisa
masuk ke kamar mu ? ternyata kau lupa menutup pintu kamar kosan. Kucing itu marah, dia mencakar kaki mu dengan
gemas, lalu lari keluar kaamr dengan kesal.
Kucing sialan.
Begitu umpat mu.
Sesampainya di kamar mandi, kau berniat segera mencuci
piring dan gelas kotor itu, namun sial lagi, kemana sabun pencuci piring nya ?.
Ah, kau lupa telah meminjamkannya ke teman mu di kamar sebelah waktu sahur
kemarin. Repot juga mengambilnya sekarang.
Jadilah kau hanya membasahi piring dan gelas kotor mu itu.
Setelah mengambil wudhu, kau akan melakukan salat subuh
berjamaah di musala terdekat. Di teras,
kau tidak mampu menemukan sandal mu.
Hampir lima menit kau luangkan mencari sandal sampai kau menyadari bahwa
kau ini tidak pernah punya sandal sendiri !. Selama ini pun kau selalu meminjam
sandal penghuni kosan yang lain. Kau ingat sekalinya kau punya sandal adalah di
rumah mu, bukan di kosan. Maka jadilah
hari ini kau pun meminjam sandal, entah sandal siapa itu kau kenakan ke musala.
Kau pergi ke musala dengan tergesa-gesa karena iqamat sudah dilantunkan,
sebentar lagi salat akan dimulai. Untung saja kau tidak tertinggal rakaat salat
pertama.
Selesai salat, kau pun kembali ke kosan dengan satu
tujuan, mengerjakan tugas kuliah mu itu.
Tidak lupa, kau kembalikan sandal yang kau pinjam kepada teman mu. Untung teman mu tidak marah karena kau baru
izin meminjam ketika sandal sudah dikembalikan.
Mungkin dia piker kau ini sudah terbiasa begitu.
Kau pun duduk manis di depan komputer mu, berusaha untuk
fokus di sisa-sisa waktu. Kau nyalakan
musik, agar kau tidak mengantuk, namun kau malah menjadi bermain gitar satu-dua
lagu, yang ternyata sudah menghabiskan waktu lima belas menit.
Satu dua halaman akhirnya terselesaikan, ternyata pikiran
mu berjalan dengan baik disaat-saat terdesak.
Tapi kau tahu bahwa kualitas tugas mu ini nanti pasti seadanya. Biarlah. Begitu katamu, yang penting
tugas ini selesai dan kau mendapatkan nilai.
Waktu berjalan begitu cepat untuk seorang Sanguinis
seperti mu di saat-saat seperti ini.
Tidak terasa matahari sudah terbit. Puji syukur tugas mu akhirnya selesai,
entah dari mana kau mendapatkan ide dan acuan untuk tugas makalah setebal
sepuluh halaman itu.
Satu
jam lagi kuliah dimulai, kau harus segera mandi karena tugas mu sebenarnya belum sepenuhnya selesai. Kau
masih harus mencetak dan menjilid nya dengan rapi di tukang fotokopi.
Kau mandi dengan tergesa-gesa. Sial lagi bahwa di sahur tadi kau lupa sikat
gigi. Sedangkan sikat gigi di waktu
berpuasa adalah hal yang makruh, maka kau pun tidak sikat gigi saat mandi. Seharian
ini aroma nafas ku pasti tidak karuan. Begitu katamu dalam hati.
Kau akhirnya dapat mencetak dan menjilid tugas mu,
setengah jam sebelum kuliah dimulai.
Lalu kau menyadari saat membacanya, bahwa banyak sekali kesalahan ejaan
yang kau lakukan di tugas mu itu. Tapi
kau tidak punya waktu lagi, biarlah begitu saja tugas kuliah ini.
Beruntung kau masih bisa datang kuliah tepat waktu. Kau
pun dapat mengumpulkan tugas mu bersama teman-teman lainnya. Lalu, kau mengikuti kuliah ini dengan mata
yang sedemikian mengantuk. Kau duduk di
bangku barisan belakang, dengan harapan dapat mencuri-curi tidur di waktu
senggang.
Ah, menjadi Sanguinis, betapa menyebalkannya hari-hari mu
yang seperti ini ya ?. Tapi kau pasti
sangat bersyukur tercipta sebagai seorang Sanguinis ketika kau menyadari bahwa juga
ada sisi hidup mu yang begitu penuh warna.
Sungguh betapa orang mengagumi rasa percaya diri mu di
depan kelas saat membawakan presentasi. Darimana
kau mempelajari semua itu? Begitu tanya mereka dalam hati. Yang tidak mereka ketahui adalah kau sebagai
Sanguinis memang senang sekali ada di “panggung terang” dan jadi pusat
perhatian. Kelas ini, kuliah ini, adalah
layar perak mu untuk mementaskan diri.
Mengapa kau bisa selalu nampak selalu bergembira ? tidak
pernah kau mengalami suatu kesedihan ? Tentu
saja kau pernah sedih, tapi kau tak pernah membuang-buang waktu mu untuk
menjadi pribadi yang murung. Menjadi gembira dan menggembirakan orang lain
adalah misi mu di dunia ini. Dari penjaga parkir, mahasiswa jurusan lain,
teman-teman mu, hingga dosen mu mengenal mu sebagai pribadi periang dan penuh
keramahan. Teman-teman mu itu banyak
yang iri. Bagaimana kau bisa mengenal
sedemikian banyak orang seperti itu?
Bahkan seribu teman
pun tidak akan pernah cukup untuk aku, seorang Sanguinis ! begitu kau ingin
suarakan. Setiap teman bisa membawa mu
pada teman-teman yang lain, begitu prinsip mu. Maka tak heran, begitu banyak
teman mu itu, walau sering kali, layaknya seorang sanguinis, kau pasti sering lupa
nama merek yang banyak itu dan ini menyakiti teman mu.
Lalu bagaimana kau memperbaiki ini ? Kau pun memberi
teman-teman mu ini label-label tertentu yang memudahkan mengingat ala mu
sendiri. Misal si Stefi teman mu dari jurusan Farmasi kau ingat dengan label
Stefi drum band. Lalu ada Alvin alis tebal, Rina celana pendek, hingga Ryan si
keriting kribo. Kau pun menjadi ingat mereka dengan mudah. Tentu saja kau
membuat label-label ini tanpa diketahui oleh orang yang bersangkutan.
Kau dikenal sebagai pribadi yang kreatif, ide-ide mu sungguh
tak biasa. Ide-ide itu nampaknya tidak
masuk akal, namun ketika dijalankan bersama-sama, ide-ide mu itu mewujud
menjadi sesuatu yang luar biasa!. Sayang nya, kau ini malas sekali terlibat
dalam pelaksanaan. Kau Sanguinis memang
tidak suka dengan tugas dan rutinitas!.
Kau senang sekali membantu orang, bahkan sebelum diminta.
Selalu ada niat tulus dalam hati mu untuk menyenagkan orang lain. Tak heran kau begitu mudah disukai. Asal kau benar-benar saja membantu
orang-orang itu ya.
Sebagai pembicara, sebagai teman, kau tidak hanya
berbicara namun kau bercerita.
Percakapan dengan mu begitu mengalir dan penuh klimaks!. Orang senang mengobrol dengan mu. Kau
menjadikan sebuah diskusi membosankan menjadi kisah seru yang menyenangkan.
Kau memang bukan pendengar yang baik kurasa. Mungkin buat
mu mendengarkan itu membosankan karena mulut mengambil lebih banyak kendali
dirimu daripada telinga. Kau itu harus
sadar hal itu bisa saja menyakiti orang lain yang ingin berbagi cerita dengan
mu, berkeluh kesah. Maka jika saat-saat seperti itu sedang datang pada mu,
tolong kurangilah ceritamu menjadi setengahnya saja ya ?
Dan
bersyukurlah kau Sanguinis. Tuhan ciptakan kau beserta dengan bakat. Betapa
seni begitu diwarnai dengan hadirnya dirimu.
Kau adalah pribadi otak kanan sejati.
Dalam suatu waktu, satu pesta berjalan sedemikian kaku
dan membosankan. Lalu kau maju ke atas panggung, tentu saja dengan terlebih
dulu menyapa semua orang sebelumnya. Lalu kau melucu, mungkin bermain gitar dan
bernyanyi walau sumbang suaramu. Sontak
saja pesta menjadi sedemikian hidup dan meriah.
Suatu hari kau menulis, menulis tema membosankan yang
sama seperti kebanyakan orang, tapi kau mampu melakukannya dengan cara lain,
dengan cara yang lebih menyenangkan untuk dibaca. Ternyata kau juga bercerita melalui
huruf-huruf yang kau tulis. Tentu saja
kau tetap sering salah dalam mengetik banyak ejaan, Tapi tetap saja tulisan mu itu, terasa begitu
menyegarkan untuk para pembacanya.
Duhai, kau Sanguinis, kalau pun ada hari-hari mu yang
berjalan menyebalkan karena segala kecerobohan dan ketidakteraturan mu itu,
teruslah bergembira dan berbuat baik karena kau adalah penghibur sejati dunia !









0 comments:
Post a Comment