Thursday, August 30, 2012

Tentang Menjadi Seorang Sanguinis



            Bagaimanakah menjadi seorang sanguinis itu ?

            Bangun tidur, kau terlupa bahwa tugas untuk hari ini belum selesai, semalam kau menunda mengerjakan karena ada pertandingan bola pukul sembilan.  Selesai pertandingan kau pun ketiduran.

            Kau pun segera menyalakan komputer, masih ada waktu tiga jam sebelum jam kuliah pertama.  Biarhlah telat sedikit hari ini, begitu katamu. Toh, kau juga sudah sering telat.

            Hari ini ternyata kau bangun cukup siang, sudah hampir jam lima dan kau pun belum sahur.  Tunda tugasnya, lebih baik kau makan sahur dulu Begitu pikirmu. Maka kau pun berusaha makan dan minum di sisa waktu yang ada.

            Kau lupa, bahwa piring dan gelas-gelas belum dicuci, tidak sempat untuk mencuci mereka. Jadi bagaimana cara nya kau akan makan ?

            Lebih parah lagi, semalam kau lupa pergi ke warteg karena itu tadi, menonton bola.   Jadilah kau makan mie seduh dan gorengan sisa berbuka.  Untung kau masih bisa minum teh manis walaupun dari gelas yang belum tercuci benar..

            Azan subuh berkumandang, kau harus segera selesai minum dan makan.  Kau ingin ke kamar mandi untuk mengambil wudhu, sambil sekalian mencuci piring dan gelas.

            Di tengah perjalanan ke kamar mandi, kau tidak sengaja menginjak ekor kucing yang semalam tidur di kamar mu. Bagaimana kucing itu bisa masuk ke kamar mu ? ternyata kau lupa menutup pintu kamar kosan.  Kucing itu marah, dia mencakar kaki mu dengan gemas, lalu lari keluar kaamr dengan kesal.

            Kucing sialan. Begitu umpat mu.

            Sesampainya di kamar mandi, kau berniat segera mencuci piring dan gelas kotor itu, namun sial lagi, kemana sabun pencuci piring nya ?. Ah, kau lupa telah meminjamkannya ke teman mu di kamar sebelah waktu sahur kemarin. Repot juga mengambilnya sekarang.  Jadilah kau hanya membasahi piring dan gelas kotor mu itu.

            Setelah mengambil wudhu, kau akan melakukan salat subuh berjamaah di musala terdekat.  Di teras, kau tidak mampu menemukan sandal mu.  Hampir lima menit kau luangkan mencari sandal sampai kau menyadari bahwa kau ini tidak pernah punya sandal sendiri !. Selama ini pun kau selalu meminjam sandal penghuni kosan yang lain. Kau ingat sekalinya kau punya sandal adalah di rumah mu, bukan di kosan.  Maka jadilah hari ini kau pun meminjam sandal, entah sandal siapa itu kau kenakan ke musala. Kau pergi ke musala dengan tergesa-gesa karena iqamat sudah dilantunkan, sebentar lagi salat akan dimulai. Untung saja kau tidak tertinggal rakaat salat pertama.

            Selesai salat, kau pun kembali ke kosan dengan satu tujuan, mengerjakan tugas kuliah mu itu.  Tidak lupa, kau kembalikan sandal yang kau pinjam kepada teman mu.  Untung teman mu tidak marah karena kau baru izin meminjam ketika sandal sudah dikembalikan.  Mungkin dia piker kau ini sudah terbiasa begitu.

            Kau pun duduk manis di depan komputer mu, berusaha untuk fokus di sisa-sisa waktu.  Kau nyalakan musik, agar kau tidak mengantuk, namun kau malah menjadi bermain gitar satu-dua lagu, yang ternyata sudah menghabiskan waktu lima belas menit.

            Satu dua halaman akhirnya terselesaikan, ternyata pikiran mu berjalan dengan baik disaat-saat terdesak.  Tapi kau tahu bahwa kualitas tugas mu ini nanti pasti seadanya. Biarlah. Begitu katamu, yang penting tugas ini selesai dan kau mendapatkan nilai.

            Waktu berjalan begitu cepat untuk seorang Sanguinis seperti mu di saat-saat seperti ini.  Tidak terasa matahari sudah terbit. Puji syukur tugas mu akhirnya selesai, entah dari mana kau mendapatkan ide dan acuan untuk tugas makalah setebal sepuluh halaman itu. 

Satu jam lagi kuliah dimulai, kau harus segera mandi karena tugas mu sebenarnya belum sepenuhnya selesai. Kau masih harus mencetak dan menjilid nya dengan rapi di tukang fotokopi.

            Kau mandi dengan tergesa-gesa.  Sial lagi bahwa di sahur tadi kau lupa sikat gigi.  Sedangkan sikat gigi di waktu berpuasa adalah hal yang makruh, maka kau pun tidak sikat gigi saat mandi.  Seharian ini aroma nafas ku pasti tidak karuan. Begitu katamu dalam hati.

            Kau akhirnya dapat mencetak dan menjilid tugas mu, setengah jam sebelum kuliah dimulai.  Lalu kau menyadari saat membacanya, bahwa banyak sekali kesalahan ejaan yang kau lakukan di tugas mu itu.  Tapi kau tidak punya waktu lagi, biarlah begitu saja tugas kuliah ini.

            Beruntung kau masih bisa datang kuliah tepat waktu. Kau pun dapat mengumpulkan tugas mu bersama teman-teman lainnya.  Lalu, kau mengikuti kuliah ini dengan mata yang sedemikian mengantuk.  Kau duduk di bangku barisan belakang, dengan harapan dapat mencuri-curi tidur di waktu senggang.

            Ah, menjadi Sanguinis, betapa menyebalkannya hari-hari mu yang seperti ini ya ?.  Tapi kau pasti sangat bersyukur tercipta sebagai seorang Sanguinis ketika kau menyadari bahwa juga ada sisi hidup mu yang begitu penuh warna.

            Sungguh betapa orang mengagumi rasa percaya diri mu di depan kelas saat membawakan presentasi. Darimana kau mempelajari semua itu? Begitu tanya mereka dalam hati.  Yang tidak mereka ketahui adalah kau sebagai Sanguinis memang senang sekali ada di “panggung terang” dan jadi pusat perhatian.  Kelas ini, kuliah ini, adalah layar perak mu untuk mementaskan diri.

            Mengapa kau bisa selalu nampak selalu bergembira ? tidak pernah kau mengalami suatu kesedihan ?            Tentu saja kau pernah sedih, tapi kau tak pernah membuang-buang waktu mu untuk menjadi pribadi yang murung. Menjadi gembira dan menggembirakan orang lain adalah misi mu di dunia ini. Dari penjaga parkir, mahasiswa jurusan lain, teman-teman mu, hingga dosen mu mengenal mu sebagai pribadi periang dan penuh keramahan.  Teman-teman mu itu banyak yang iri. Bagaimana kau bisa mengenal sedemikian banyak orang seperti itu?

            Bahkan seribu teman pun tidak akan pernah cukup untuk aku, seorang Sanguinis ! begitu kau ingin suarakan.  Setiap teman bisa membawa mu pada teman-teman yang lain, begitu prinsip mu. Maka tak heran, begitu banyak teman mu itu, walau sering kali, layaknya seorang sanguinis, kau pasti sering lupa nama merek yang banyak itu dan ini menyakiti teman mu.

            Lalu bagaimana kau memperbaiki ini ? Kau pun memberi teman-teman mu ini label-label tertentu yang memudahkan mengingat ala mu sendiri. Misal si Stefi teman mu dari jurusan Farmasi kau ingat dengan label Stefi drum band. Lalu ada Alvin alis tebal, Rina celana pendek, hingga Ryan si keriting kribo. Kau pun menjadi ingat mereka dengan mudah. Tentu saja kau membuat label-label ini tanpa diketahui oleh orang yang bersangkutan.

            Kau dikenal sebagai pribadi yang kreatif, ide-ide mu sungguh tak biasa.  Ide-ide itu nampaknya tidak masuk akal, namun ketika dijalankan bersama-sama, ide-ide mu itu mewujud menjadi sesuatu yang luar biasa!. Sayang nya, kau ini malas sekali terlibat dalam pelaksanaan.  Kau Sanguinis memang tidak suka dengan tugas dan rutinitas!.

            Kau senang sekali membantu orang, bahkan sebelum diminta. Selalu ada niat tulus dalam hati mu untuk menyenagkan orang lain.  Tak heran kau begitu mudah disukai.  Asal kau benar-benar saja membantu orang-orang itu ya.

            Sebagai pembicara, sebagai teman, kau tidak hanya berbicara namun kau bercerita.  Percakapan dengan mu begitu mengalir dan penuh klimaks!.  Orang senang mengobrol dengan mu. Kau menjadikan sebuah diskusi membosankan menjadi kisah seru yang menyenangkan.

            Kau memang bukan pendengar yang baik kurasa. Mungkin buat mu mendengarkan itu membosankan karena mulut mengambil lebih banyak kendali dirimu daripada telinga.  Kau itu harus sadar hal itu bisa saja menyakiti orang lain yang ingin berbagi cerita dengan mu, berkeluh kesah. Maka jika saat-saat seperti itu sedang datang pada mu, tolong kurangilah ceritamu menjadi setengahnya saja ya ?

Dan bersyukurlah kau Sanguinis. Tuhan ciptakan kau beserta dengan bakat. Betapa seni begitu diwarnai dengan hadirnya dirimu.  Kau adalah pribadi otak kanan sejati.

            Dalam suatu waktu, satu pesta berjalan sedemikian kaku dan membosankan. Lalu kau maju ke atas panggung, tentu saja dengan terlebih dulu menyapa semua orang sebelumnya. Lalu kau melucu, mungkin bermain gitar dan bernyanyi walau sumbang suaramu.  Sontak saja pesta menjadi sedemikian hidup dan meriah.

            Suatu hari kau menulis, menulis tema membosankan yang sama seperti kebanyakan orang, tapi kau mampu melakukannya dengan cara lain, dengan cara yang lebih menyenangkan untuk dibaca.  Ternyata kau juga bercerita melalui huruf-huruf yang kau tulis.  Tentu saja kau tetap sering salah dalam mengetik banyak ejaan, Tapi  tetap saja tulisan mu itu, terasa begitu menyegarkan untuk para pembacanya.

            Duhai, kau Sanguinis, kalau pun ada hari-hari mu yang berjalan menyebalkan karena segala kecerobohan dan ketidakteraturan mu itu, teruslah bergembira dan berbuat baik karena kau adalah penghibur sejati dunia !
  • Stumble This
  • Fav This With Technorati
  • Add To Del.icio.us
  • Digg This
  • Add To Facebook
  • Add To Yahoo

0 comments:

Post a Comment