Sunday, August 28, 2011

Dari Secangkir Kopi



Hatiku terjalin dengan hatimu
Aku tak bisa melepaskannya
Laguku adalah lagumu
Melalui semua cahaya dan bayangan ku
Akarku merasuk dalam dan menemukan mu disana
Tempat kuncup ku ingin mekar
Isabel Bearman Bucher
Dalam Chicken Soup for The Coffee Lover's Soul




Memang sebuah buku bisa memberikan berbagai pengalaman buat kita. Pengalaman itu juga bisa berbeda-beda untuk pembaca yang berbeda. Di buku berjudul diatas itu aku juga mendapatkan pengalaman-pengalaman yang berbeda.

Dari buku itu, terundang dengan judulnya, aku jadi menyukai kopi untuk malam hari. Kebiasaan insomnia ku saban malam sekarang dibarengi segelas kopi. Kopi yang kadang kala dicampur dengan krim atau susu. Aku tidak suka susu pahit, jadi susu ku adalah susu yang manis rasanya. Melengkapi lembaran-lembaran buku, denting gitar, gesekan biola, berhalaman-halaman tulisan, dan bermenit-menit renungan tiap malam.

Aku juga belajar banyak dari buku itu. Buku itu berisi curahan pengalaman nyata berbagai orang tentang hidup dan serangkaian inspirasinya. Ada 55 kisah yang disampaikan, mulai dari kenangan manis menyesap nikmat kopi pagi bersama orang terkasih, pengalaman menemukan tempat minum kopi yang unik, dengan keberagaman citarasa kopi di berbagai dunia.

Salah satu dari kisah-kisah itu diawali dengan puisi, yang aku haturkan ke kalian. Entah mengapa aku sampai berkali-kali kembali ke halaman kisah itu, dan puisinya itu, begitu menyentuh * ngga, ngga, ga pake nangis kok. * hehe. Padahal aku, sama halnya seperti gagap gadget, gagap baca arah jalan, juga gagap soal puisi. Tapi perasaan kita adalah hal yang universal, bukan ?



Cerita itu berjudul “ Kafe Matahari Terbit “, sebuah pengalaman si penulis puisi ( Isabel Bearman Bucher ), saat setiap pagi, di rumahnya yang di tepi bukit. Setiap pagi itu, bersama seorang teman baiknya, Nonna Angela. Isabela menikmati sesapan kopi sambil saling bertukar cerita.

( Lengkapnya kalian bisa lihat di buku itu di halaman 49 )

Entah kenapa kemudian, walaupun buku itu sudah habis ku baca, cerita dan puisi itu terus saja terngiang , sampai kemudian jadi dorongan menulis seperti ini, hanya agar kalian juga tahu. Aku ingin berbagi pengalaman yang sama dengan kalian. Apa ya yang menjadi dorongan besar itu ? mungkin karena keadaan hati ku sekarang sedang merindu… * sumpah ga nangis, hehe *

Sekarang aku sedang mudik ke kampusng halaman, saat-saat seperti ini, keluarga ku akhirnya berkumpul, saling bertukar cerita tentang hari-hari kami yang hilang. Ini adalah pengalaman yang begitu langka. Ada kakak-kakak, ada keponakan-keponakan rewel, ada adik, ada orang tua yang sekarang menjadi begitu bahagia.

Setiap aku bangun, setelah sedini hari tidak tidur dan menyesap kopi, insomnia lalu menulis berbagai hal, aku lihat keluarga ku ini. Dan aku sekarang merasa lebih bahagia dari biasanya.. * tsah…, hehe*

Oke itu kisah ku hari ini, terimakasih sudah mau membaca ini. Dan mohon maaf kalau mungkin kalian juga tidak suka, di sebar acak sih. Hehe.

Selamat malam semua. Mohon maaf lahir batin, selamat Idul Fitri! =D

Selamat pulang kampung.

Siapa Isabel Bearman Bucher itu ? ternyata beliau punya web pribadi lho di isabelbucher.com/

Thanks to Juangga Istyo Dinata untuk invitasinya ke Kick Andy berkali kali =). teman yang baik.

Dan untuk rombongan setia nonton Kick Andy. hehe

  • Stumble This
  • Fav This With Technorati
  • Add To Del.icio.us
  • Digg This
  • Add To Facebook
  • Add To Yahoo

0 comments:

Post a Comment