Kamar kosan, 28 Februari 2011
Ow, Ow Siapa dia?
( bacaan ini mungkin mengandung sedikit unsur parnografi dan anarki, jadi bacaan ini khusus gue tulis buat kalian yang udah 20++ KAYA GUE! )
Kawan ku, tidak usah bingung dengan judul tulisan ini. Pertama, itu bukan judul sebuah kuis jaman bapak-ibu kita dulu. Terus gue ga lagi main tebak-tebakkan, kalo pun kalian bisa nebak beneran toh juga gada hadiahnya.hehe.
Oke, menggambarkan “dia” perlu beberapa saat gue perluin buat cerita.
Semua ini bermula saat kemarin gue pulang habis ngajar bimbel. Entah kenapa kemarin itu gue lebih capek ngajarnya. Waktu ngajar kelas IPA, ada siswi yang nanya macem-macem ngalur ngidul tentang kromosom lah, DNA lah, bank sperma lah. Gue curiga, jangan-jangan dia lagi mau bikin anak pake kawin tapi ga pake nikah!
( Emang beda Bas? Gimana bedain kawin sama nikah ya? )
[yeeee, beda Jon! Kalo nikah perlu ngurus surat! Kawin tinggal pake urat! Hahaha stress pasca kuliah bisa menyerang siapa saja. Waspadalah. ]
Selidik punya selidik, ternyata dia itu udah dan sedang kuliah semester 2 di FK-UI. Sekarang dia di kelas internasional ( yang mahal abis bayarnya ), dan dia mau ikut ujian masuk lagi buat masuk FK-UI kelas yang regular, yang lebih murah. Dari temen-temen sekelasnya itu, gue tau seberapa mahal bayarnya kelas internasional itu. Ini temen temen…. $ 4.500++ per semester! atau sekitar Rp.45.000.000! . Gila, gue bayaran semester sampe lulus aja masih kembali, dua kali gue lulus dari Biologi aja masih kembali 13.000.000!
( sengaja si Abas tulis angka-angka ini buat perbandingan betapa timpang pembiayaan kuliah, dan mungkin kualitas pendidikan di Indonesia, bahkan di Universitas Indonesia )
Kemudian, setelah ngajar, dengan membawa perasaan heran antara dua biaya kuliah itu, gue pulang ke kosan.
Oiya, sebelum itu, gue mau certain kalo gue baru beli lemari buku buat di kosan. Ceritanya sih buat koleksi buku gue yang udah memenuhi pelataran kamar. Kasian temen-temen gue kalo lagi nginep kesempitan. Tapi tenang kawan-kawan, sekarang kalo kalian nginep di kosan gue, ber 10 pun muat. Lima orang di ruang utama, dua orang depan pintu, dua orang di ruang tengah, satu orang lagi di kamar mandi! Lemari buku ini perang peranan penting di cerita ini kawan.Hehe.
Sesampenya di kosan, dengan fisik begitu letih dan pikiran yang jenuh, gue bingung akan melakukan apa. Karena bingung, hal pertama yang gue lakuin pertama kali adalah memandangi, menatapi, dan mengagumi lemari buku gue yang baru itu lekat-lekat… duh, tidak habis-habisnya gue kagumi lemari ini, dengan 4 ruang, bodi aduhai, warna cantik, dan wanginya yang khas, rasanya kosan gue jadi makin berwarna dengan kehadiran sang lemari. Gue kasih nama LEMARI ini RIMAEL. Sangat kreatif gue ini kan? Dua ruang yang dimiliki Rimael ini berpintu, dua lainnya tidak. Yang berpintu gue isi baju-baju, yang tidak gue isi buku-buku. Komposisinya juga udah diatur sedemikian rupa. Cantik memesona. Bukan memPesona kawan, karena di pelajaran bahasa Indonesia, di bab Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), huruf K,T,S,P akan luruh saat pemberian imbuhan. Iya gue tau itu ga penting. Hehe.
[ Gue sempet sms beberapa temen gue tentang si lemari, gada yang bales. Mungkin temen-temen ngira gue kumat lagi karena kebanyakan makan di warteg. ]
Setelah bercanda dengan Rimael tentang kenapa Ariel bisa kebagian bikin pilem begituan sama Luna dan Cut Tari, gue mengisi waktu dengan membaca, main gitar, main biola, kekamar mandi,ngasih makan kucing gue ( namanya Maryam ) dan memanaskan air gallon di dispenser. Entah kenapa kantuk belum juga datang. Di penghujung malam itu, gue nonton dvd biar ngantuk. Film yang lagi gue tonton adalah serial Band of Brothers, film yang patut dapat kesemua jempol dan jari yang gue punya. Akhirnya, Alhamdulillah, kantuk pun datang.
Waktu itu gue nonton sambil ngemil biscuit, dan gue ketiduran dengan kondisi gigi gue belum disikat. Tidur gue pun terganggu banget, belum dengan sariawan yang tiba-tiba muncul. Entah kenapa gue ga terpanggil buat menyikat gigi terlebih dahulu sebelum tidur. Terjadilah peristiwa itu, peristiwa dimana gue berkenalan dengan si Kecil, Item, dan bergigi tonggos. Ow, Ow Siapa dia?.
Mimpi gue dalam tidur itu aneh banget. Gue mimpi semua temen-temen yang gue kenal kena sariawan karena ga sikat gigi sebelum tidur. Di mimpi itu bahkan wabah sariawan menyebar sampai keseluruh dunia. PBB ribut-ribut ngejadiin wabah sariawan itu akan menjadi pemicu kepunahan masal keenam. Dinosaurus punah karena perubahan iklim, manusia akan punah karena sariawan… bayangkan itu kawan.
Wabah baru akan berhenti kalau seorang terpilih yang lahir tiap malam purnama penuh bulan ganjil tahun kabisat mengambil serum anti-sariawan di FKUI. Serum itu dijaga berbagai makhluk aneh, mulai dari ular berkepala sapi, jerapah berbelang motif batik, hingga rektor UI berkumis yang gen nya mengalami mutasi. Kumis itu dapat menghipnotis para mahasiswa membayar penuh semesteran, tanpa ngajuin BOP-B. Sungguh mengerikan.
Pencarian akan orang itu dimulai di seluruh dunia. Interpol dan dinas intelijen semua negara dilibatkan. Setelah pencarian di berbagai literature purba suku Inka, peradaban kuno Mesopotamia, sampai dongeng-dongeng tanah Jawa, kesimpulannya orang yang terpilih itu ternyata gue!
Setelah dipanggil untuk sekjen PBB untuk upacara seremonial di stadion Nou Camp-nya Barcelona, gue pun mulai melakukan petualangan mencari serum sariawan tersebut.Padahal perjalanan ke kampus FK-UI di Salemba bisa gue tempuh dengan cepat dengan naik motor atau bis, namun berbagai halagan merintang di jalan. Bahkan dewan keamanan PBB, SWAT, NATO, TNI, FPI, dan Banser NU menyediakan pengawalan khusus buat gue. Anggota-anggota pengawal berguguran satu-persatu, yang tersisa tinggal gue sama Habib Rizieq. Namun, sang habib pimpinan FPI itu ingin undur diri karena harus merazia diskotik. Beliau pun minta izin ke gue, dengan terlebih dahulu mendoakan gue panjang lebar. Amin… Amin… Amin…
Gure bertarung dengan berbagai makhluk aneh, dan gue selalu menang. Ini semua terjadi karena gue di mimpi itu sudah terlebih dahulu ikut pelatihan KB dan rajin ngerjain soal SNMPTN 2011 di bimbel. Di akhir jalan, didepan pintu Laboratorium Patologi FK-UI, gue menghadapi final boss. Final boss nya besar, berbulu, bergigi tonggos, dan berbau saluran air kotor (baca: got). Di dunia kenyataan, makhluk seperti ini sering disebut sebagai tikus got. Namun di mimpi, sang final boss tikus got ini bernama si Kecil, Item, dan bergigi tonggos. Ow, Ow Siapa dia?
Gue dan tikus got pun bertarung dengan sengit. Mulai dari jurus Beras Murah Untuk Semua yang gue pelajari di Bulog sampai jurus Hati-Hati Menyebrang di Perlintasan Kereta gue keluarin lawan dia. Peluh darah dan air mata tidak berarti buat gue. Ini semua demi keberlangsungan hidup umat manusia yang bergantung serum sariawan itu.
Berbagai jurus dan maneuver lain gue keluarin, namun sang final boss tikus got mampu bertahan. Mungkin ini karena dia sudah terbiasa dalam kehidupan yang keras di dunia (tempat sampah). Malah dalam sebuah serangan yang dilayangkannya, gue pun kalah karena dia ngemut-ngemut tangan gue yang masih memegang biscuit… Lho kok?
Gue terbangun dari mimpi! Dan di depan gue yang saat itu tidur terlentang, ada si Kecil, Item, dan bergigi tonggos. Ow, Ow Siapa dia? Itu! Lagi asik ngemutin jari gue! Sontak gue pun bangun untuk melakukan perlawanan.
Ternyata gue tertidur setelah nonton film dengan keadaan pintu kamar kosan gue terbuka. Selain itu di lantai banyak remah-remah biscuit yang gue kemil sambil nonton tadi. Tangan gue juga masih terasa biscuit tentu. Jadi si Kecil, Item, dan bergigi tonggos. Ow, Ow Siapa dia? Ini terundang masuk ke kosan gue, dan menikmati jari gues.
( biar ga ribet, si Kecil, Item, dan bergigi tonggos. Ow, Ow Siapa dia? Ini mulai saat ini kita sebut tikus got )
Kaget karena gue bangun dengan kaget, si tikus got yang kaget ini langsung ngibrit. Sialnya dia ngibrit ke belakang Rimael. Langkah pertama yang gue lakuin adalah mengambil suatu alat yang panjang dan efisien buat gue pake gebukin tikus got ini. Gue memilih sapu.
Dengan sapu, dengan kalap, dengan waktu yang sesingkat-singkatnya gue akan pukul tikus got. Oiya, sebelum itu,di EYD, yang pertama itu keterangan alat, yang kedua keterangan sifat, yang ketiga keterangan waktu. Iya ga penting lagi! hehe baru pukulan yang pertama, tikus got itu udah lari ( ya iyalah ). Dia lari kea rah kamar mandi.
Gue pun mengejar kesana, pukul sana-sini, sang tikus got lari sini-sana. Kesal karena pemukulan tidak berakibat maksimal, gue cari cara lain yang lebih memuaskan.
Ide gue saat itu adalah menyiram sang tikus got dengan beberapa gelas air panas dari gallon di dispenser. Hahahahaha. Tertawa jahat.
Segera gue ambbil gelas plastic, yang berukuran besar lalu gue isi penuh dengan air panas. Gue pergi kea rah kamar mandi, seetlah menemukan posisi sang tikus got, gue arahkan siraman pertama segelas penuh air panas!
Weeeeer….. ( ini bunyi siraman air panas )
CIIIIIIIIIIIIIIIT……! ( ini bunyi tikus got panik, kaget, ketakutan, dan KEPANASAN! )
Sang tikus got lari tunggang langgang, kesana kemari ga jelas Mungkin mencari air dingin, atau handuk barangkali. Parahnya lagi dia e’ e’ sembarangan ( boker ), yang parah abis baunya. Dia masuk lagi ke ruang utama, dan menuju Rimael. Dia masuk pintu Rimael yang berisi baju-baju! Sialan *@ck, $h!+ !. Astaghfirullah…
Gue pun membuka pintu Rimael itu, gue udek udek sang tikus got pake sapu. Gue gebuk berkali-kali dia masih aja ga keluar. Entah kenapa gue ga berpikiran sedikit pun meluangin tangan gue buat merang ni tikus got, ga sudi!
Setelah beberapa kali pemukulan, tikus got keluar dengan panic, pergi kearah pintu masuk. Maryam, kucing gue itu, yang denger sang majikan ribut-ribut tengah malem gini, datang memberi bantuan. Namun, begitu melihat target tikus got nya yang “ kecil “, dia malah lari ngibrit. Payah kau Maryam, kawin saja kau pintarnya. Anehnya Maryam bangun, temen kosan gue gada yang bangun
Gue beruntung, dispenser gue berada deket pintu. Gue isi penuh lagi gelas dengan air panas. Tidak menunggu lama gue siram lagi sang tikus got.
Weeeer…… ( masih suara siraman air panas )
CIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIT…..! ( masih bunyi tikus got yang kepanasan! )
Sang tikus megap-megap, dia pun lari ngibrit, namun dia telah mengambil keputusan yang salah dengan menghampiri gue yang saat itu sudah siap dengan posisi seperti Tiger Woods mau mukul bola golf. Sang tikus got menghampiri, gue melakukan perhitungan cermat, penuh konsentrasi, berdoa, hembuskan nafas…. Bismillah…
Gue melakukan ayunan…. Wuut!
Tikus got tepat di posisi…. Ciiiit!
Tepat kena di bagian perut sang tikus got…
Tikus got melayang… Ciiit!
Braaaak! Tikus got kena motor gue yang gue perkir depan kosan.
Ini pukulan Eagle gue yang pertama….
Terima kasih
Sang tikus got pun lari kearah jalan, menuju got tempat dia seharusnya disana. Diiringi tatapan Maryam yang merasa tidak jantan karena seekor tikus got saja takut. Oia, Maryam itu betina kawan ku.
Gue puas saat itu. Setelah merapikan hasil pergumulan dengan sang tikus got, mengepel sisa-sisa e’ e’, dan menyemprot kamar dengan pengharum ruangan, gue berusaha tidur. Namun, sulit, karena gue lagi sariawan!
Pesan moral:
1. selalu ingat menyikat gigi sebelum tidur
2. jangan tidur dengan keadaan pintu kamar terbuka
3. selalu sediakan air panas dan sapu didekat tempat Anda tidur
4. jangan pilih lagi rektor berkumis itu
Terima kasih sudah berbagi dengan ku kawan, semoga kau terhibur =) Oiya maaf ya lama ga nulis, kalian pasti nunggu-nunggu tulisan gue ya ( kali dah ada yang nunggu gitu, hehe ). Jam ngajar gue lagi padet dan pengaturan waktunya belum ketemu, tapi Insya Allah setelah ini akan rutin menulis lagi =)
Wassalammualaikum, semoga selamat senantiasa atasmu Kawan.








0 comments:
Post a Comment